Sungguh bukan maksudku menggurui, karena banyaknya permintaan baik dari lisan maupun tulisan, dari beberapa teman sosmed dan bertegur sapa langsung, dari yang sebelumnya tidak dikenal tiba-tiba DM memintaku, jadi terbuatlah tulisan ini. maafkan jika tulisan ini tidak terstruktur dengan baik karena memang ditulis dalam waktu yang sedikit senggang, jika ada yang tidak dimengerti silahkan menghubungiku via sosmed (karena jarang sekali membuka blog). semoga bermanfaat ^^
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini perasaanku campur aduk, bagaimana tidak? Hari ini adalah
pengumuman beasiswa yang aku impi-impikan selama ini. Perutku terasa sakit,
entah karena menunggu waktu berbuka atau memang karena menunggu pengumuman LPDP
(hehehe). Waktu berbuka telah tiba tapi setiap aku chek hp belum ada notifikasi
email yang aku dapatkan, alhasil berbuka dengan hati yang deg-degan, lalu waktu
isya pun datang aku ke masjid. Setelah solat isya biasanya di masjid kami ada
jeda waktu untuk ceramah sebelum sholat tarawih dilakukan. Aku mengambil posisi
di pojok masjid lalu mengaktifkan data seluler hapeku, tiba-tiba jantungku
serasa mau copot karena teman-teman di group bbm (saat seleksi subtansi kami
membuat sebuah group untuk berkomunikasi setelah seleksi) sudah mendapatkan
notifikasi bahwa ada yang bersyukur telah lulus, dan ada yang belum
berkesempatan lulus (aku sangat tau apa yang mereka rasakan). Lalu aku pun mengchek
inbox emailku, kenapa belum ada? Ah.. detak jantungku semakin cepat. Lalu tanpa
ku sadari imam masjid sudah berdiri untuk mengimami solat tarawih aku ikut
berdiri, aku sholat lalu setelahnya pulang ke rumah. Sesampainya dirumah amma
bertanya apakah sudah ada pengumuman? Aku jawab dengan lesu. Belum. Lalu
tiba-tiba temanku chat via bbm aku disarankan membuka akun LPDP saja, katanya
disana sudah ada updetan. Lalu aku langsung membuka akun tersebut daaan
terpampang jelas dengan tinta warna hitam ‘selamat anda telah lulus seleksi
wawancara’. Alhamdulillah ya rabb.. sujud syukur ku panjatkan. Lalu ku cium
tangan appa dan amma dengan berlinang air mata keduanya mengucapkan selamat, Alhamdulillah
aku serasa sedang de ja vu dengan
kisah 4 tahun silam pada bulan Juni juga merupakan bulan kelahiranku saat aku
dinyatakan lulus SNMPTN. subhanaAllah. Terima kasih ya Allah.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
(baca postinganku sebelumnya tentang ‘selepas toga pertamaku’ ini
kelanjutannya. :D
Dimasa-masa semester akhir kuliah aku mendapatkan sms sebuah website
dari appa ternyata itu website beasiswa Lembaga Pengelola Biaya Pendidikan
(LPDP), saat itu aku hanya membaca sekilas saja karena memang kondisinya sedang
sibuk mempersiapkan laporan PPL dan proposal untuk pengajuan judul skripsi.
Singkat cerita ketika masa-masa penyusunan skripsi aku ditakdirkan Allah berkenalan lagi dengan LPDP melalui sebuah sosial media saat itu sang kakak seorang awardee (sebutan penerima beasiswa LPDP) memposting rasa syukurnya karena telah dinyatakan sebagai penerima beasiswa. Lalu aku pun semakin semangat untuk mencari tau apa kelebihan beasiswa ini dibandingkan beasiswa-beasiswa lain, setelah di search di mbah google ternyata beasiswa ini lagi naik daun karena banyak kelebihannya, siapa yang tidak mau pendidikannya akan dijamin sampai ke jenjang S3? siapa pula yang tidak ingin setiap bulan dikasih uang saku yang nominalnya lebih besar dari gaji PNS golongan IIIb? dan siapa yang tidak mau setiap tahunnya dikasih tunjangan buku yang tidak sedikit? YES, I WANT IT !! itu yang ada dibenakku dulu, tetapi untuk mendapatkan sesuatu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan bukan?
Awalnya aku mencari-cari pengalaman orang-orang tentang beasiswa ini, termasuk selalu menanyakan ini itu kepada beberaoa awardee, yang perlu teman-teman tau bahwa awardee LPDP baik-baik, kenapa demikian? Pengalamanku sebagai LPDP hunter aku banyak menemukan blog-blog yang mencantumkan nomor kontaknya, jadi kalau kita ingin menanyakan sesuatu mereka dengan senang hati menjawab pertanyaan kita. Oiya, tulisan ini aku buat juga karena rasa terima kasihku kepada para awardee yang telah banyak membantuku dalam sharing pengalamannya (special thank for kak winda, kak uul, dan kak ika). Baiklah, pertama kita membahas tips dalam menghadapi seleksi administrasi, ini berdasarkan pengalamanku dan tentunya pengalaman setiap awardee berbeda-beda silahkan teman-teman memilih mana yang menurut teman-teman cocok dengan keadaan teman-teman J
1. Hal pertama yang harus disiapkan adalah
scan ijazah S1 (bagi yang belum ada bisa STL),
2. Scan
transkrip Nilai,
3. Sertifikat
bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris dengan ketentuan : untuk studi
program Magister di dalam negeri,
skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT®
61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600. Untuk studi program Magister di luar negeri,
skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT®
79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750. Pengalamanku persyaratan ini yang paling lama
masa persiapannya penuh dengan drama dan air mata (hiks) jadi memang harus di persiapkan benar-benar.
Ingat!! Segala sesuatu memang butuh perjuangan bukan? So, tetap focus pada
tujuan. Ingat jangan sekali-kali memanipulasi sertifikat karena akan FATAL
akibatnya. Perlu diketahui LPDP bertujuan mencari calon pemimpin masa depan,
apa jadinya Negara kalau seorang pemimpin tidak jujur?
4. Scan rekomendasi (format dari LPDP), untuk
ini tips dariku bisa teman-teman persiapkan semasa penyusunan skripsi karena
menurutku tidak akan mengganggu skripsi, yang terpenting adalah jika teman-teman
memilih professor di jurusan untuk surat rekomendasi ini aku sarankan carilah
professor yang mengenal betul siapa teman-teman karena ini sangat berpengaruh
di waktu wawancara. Tips : surat rekomendasi diajukan dua, satu dari dosen kita
satu lagi silahkan teman-teman minta rekomendasi dari aktivis atau atasan
ketika berorganisasi/bekerja. Ini mungkin akan menjadi poin plus.
5. Scan surat pernyataan bersedia kembali ke
Indonesia, tidak menerima beasiswa dari pihak lain, dll ( format dari LPDP) ,
Tips : setelah berniat mengajukan beasiswa LPDP segala sesuatu jangan ditunda,
memang kedengarannya gampang tinggal mendownload format di website LPDP, lalu
ditanda tangan di atas materai 6000 dan di scan, tetapi banyak juga di hari H malah
hal kecil ini yang menjadi masalah. So, jangan menunda-nunda waktu ini tidak
disarankan bagi para scholarship hunter
yang ‘serius’,
6. Scan KTP, Slip Gaji dan Surat tugas (jika
sudah bekerja), Tips: jika teman-teman sudah bekerja pandai-pandailah memberi
penjelasan kepada atasan bahwa dengan melanjutkan sekolah ini akan membantu
meningkatkan kualitas SDM ditempat teman-teman bekerja (jika setelah s2 tetap
ingin bekerja disana),
7. Menulis
essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya
lakukan untuk masyarakat /lembaga / instansi / profesi komunitas saya” dan
“Sukses Terbesar dalam Hidupku.
8. Menulis rencana studi, tips : jelaskan dengan rinci rencana studi yang
ingin ditempuh, berapa lama dan berencana lulus kapan, sertakan rencana
penelitian saat menempuh pascasarjana, jelaskan juga kegiatan apa yang ingin
dilakukan saat studi serta manfaat apa yang akan timbul setelahnya dan apa plan
selanjutnya ketika lulus dari masa studi. Jelaskan dengan tepat, padat dan
jelas.
9. SKCK dari pihak kepolisian, silahkan diurus di
kantor polisi terdekat dengan mempersiapakan dana administrasinya (didaerahku
Cuma Rp.20.000,-),
10.Surat
berbadan sehat dan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintahan, tips : untuk
syarat ini akan sedikit menguras tenaga dan dompet (khususnya test bebas
narkoba) jadi, sebaiknya dilakukan pada waktu senggang (seharian libur) karena
akan memakan waktu lebih dari setengah hari ( studi kasus di RS Hasan Sadikin
Bandung, 2016. Dengan biaya Rp. 295.000,-),
Demikian tips untuk seleksi
adminitrasi dariku, yang terpenting adalah jangan menunda-nunda waktu dan tetap
semangat. Setelah mengumpulkan semua berkas diatas lalu proses selanjutnya
adalah membuat akun di website LPDP dengan menggunakan sebuah email, jarak
waktu aku upload semua berkas dengan pengumuman kelulusan administrasi berkisar
1 bulan yang ku lakukan penantian pengumuman dengan banyak-banyak berdo’a,
usaha kan sudah. Bukankah tuhan menjanjikan sebuah kesuksesan kepada yang
bersungguh-sungguh? ‘man jadda wajada’.
SELAMAT
ANDA LULUS SELEKSI ADMINISTRASI lokasi
wawancara PADANG. Awalnya aku sedikit pesimis dapat lokasi di Padang, karena
periode sebelumnya kuota di Padang tidak mencukupi untuk dilaksanakan test
wawancara di Padang sehingga di Pindahkan ke lokasi lain. Masa aku harus ke Bandung lagi untuk wawancara, apa kabar biaya?
Aku bersyukur karena Allah mengabulkan
do’aku. Aku dijadwalkan akan melakukan seleksi subtansi di kota Padang pada tanggal
3-4 Juni 2016. Awalnya pasti pada mikir Cuma wawancara saja kan? Tidak. Karena
harus melewatkan 4 kategori seleksi lagi yang disebut seleksi subtansi. Memang
belum ada kepastian apakah kebagian 1 hari atau 2 hari. Seminggu sebelum jadwal
seleksi subtansi barulah aku mendapatkan email bahwa seleksi akan diadakan di
Universitas Negeri Padang (UNP) akan tetapi sehari sebelum hari H (tanggal 2
Juni 2016) aku mendapatkan email bahwa lokasi di pindahkan ke Dirjen
Pembendaharaan Negeri Padang beserta rincian jadwal seleksi subtansiku, aku
mendapatkan jadwal full satu hari pada
tanggal 3 Juni 2016 dengan urutan : essay
on the spot- verifikasi dokumen- wawancara- Leaderless Group Discussion (LGD).
Setelah melewati banyak drama dan
kisah yang tak terlupakan (termasuk tragedy gempa sehari sebelum test) akhirnya aku sampai di lokasi pada pukul 07.30
WIB setengah jam lebih cepat dari seleksi dimulai. Pertama yang terlihat
dilokasi adalah sekumpulan orang-orang dengan berpakaian rapi menenteng map.
Sempat berkenalan dengan beberapa mereka sebelum masuk ke dalam gedung. Tepat pukul
08.00 WIB kami diarahkan ke lokasi dengan melewati sebuah aula yang bejejeran
kursi dan meja. Semuanya telah duduk lalu seorang panitia membuka acara dengan
menerangkan dengan jelas proses seleksi, dari sekian banyak penjelasan yang aku
dengar ada pernyataan dari beliau yang menarik bagiku, lebih kurang seperti ini
kutipannya ‘selamat kepada teman-teman semua yang telah berhasil dalam proses
seleksi administrasi dari 15.000 orang pelamar pada periode ini hanya terjaring
5000 calon pemimpin bangsa di seluruh Indonesia, dan untuk seleksi subtansi lokasi
Padang hanya 32 orang saja. Perlu teman-teman ingat bahwa LPDP tidak memberi
kuota untuk penerima, siapa layak dia
akan dapatkan. Jangan sekali-kali teman-teman menganggap orang-orang yang
ada disekitar teman-teman sekarang ini adalah saingan teman-teman, kerena sejatinya saingan teman-teman adalah diri
teman-teman sendiri’.
Pukul 08.20 kami semua di panggil
untuk melakukan test penulisan essay, kami memasuki aula dan memilih kursi mana
saja yang ada, kecuali bagi pelamar beasiswa LN dipisah di bagian pojok
ruangan. Kami dibagi 1 kertas untuk masing-masing orang. Tema yang didapatkan
ada dua, akan tetapi hanya dipersilahkan menulis satu diantaranya, tema yang
diberikan tentang ‘kekerasan seksual yang dilakukan oleh anak dibawah umur dan
taksi uber di Indonesia’. Aku pun tersenyum, aku sudah mempersiapkan tema kekerasan
seksual sebelumnya, kerena memang lagi banyak diperbinjangkan ditengah
masyarakat. Waktu yang diberikan hanya 30 menit dan aku adalah orang ketiga
keluar ruangan karena memang aku memutuskan untuk menulis essay dengat singat
dan bermakna ( padahal kehabisan ide, hehe).
Setelah semua keluar ruangan kami dipanggil
satu persatu ke depan untuk proses verifikasi dokumen ASLI, katanya verifikasi dokumen wajib sebelum wawancara karena data kita akan dikirim system kepada
interviewer. Semua berkas dokumen yang kita upload akan dilihat, diraba,
ditrawang keasliannya oleh penitia, saya sedih ada beberapa teman yang tidak
diperbolehkan melakukan wawancara karena dokumennya tidak lengkap dan tidak
sesuai dengan ketentuan LPDP (membuktikan LPDP tegas, yes or not. no negotiation).
Pukul 9.30 WIB aku yang
jantungnya serasa mau copot akhirnya di panggil juga menghadap interviewer,
masuk ruangan dipersilakan ke meja pojok kanan (kerena didalam ruangan ada dua
kelompok interviewer) aku menyalami
ketiga interviewer yang satu ibu dan dua orang bapak-bapak sepertinya usia
mereka diatas 55 tahun semua, dalam hati aku bergumam jangan-jangan mereka
proferssor semua. Aku dipersilahkan duduk, lalu bapak yang ditengah membuka
pembicaraan ‘selamat rahmita sari anda telah memasuki seleksi wawancara
beasiswa LPDP, kami sangat mengetahui seleksi yang tidak mudah untuk ditempuh,
perkenalkan kami ….’ Beliau memperkenalkan dirinya dan kedua rekannya yang
sampai sekarang aku lupa nama dan asal universitasnya karena saking nervous,
yang aku ingat nama bapak yang ditengah Retno. Aku mengendalikan diriku dengan
membaca nama Allah sebanyak-banyaknya dalam hati sehingga ketika si bapak usai memperkenalkan
diri aku pun sudah berhasil melewatkan masa tegang dan kembali ke posisi tenang
serta siap menjawab pertanyaan. Alhamdulillah. Berikut beberapa pertanyaan saat
diwawancara yang aku ingat, lebih kurang seperti ini. Tentu nanti teman-teman
tidak mendapatkan pertayaan yang persis sama tetapi hampir sama, bisa jadi.
Q1 (interviewer satu, bapak ini aku
prediksi beliau seorang akademis mungkin guru besar)
Q2 (interviewer dua, bapak ini
aku predikasi beliau seorang aktivis mungkin anggota dewan)
Q3 (interviewr tiga, ibu ini
sudah pasti adalah seorang Psikolog)
----interview dimulai---
Q1: anda orang mana ? asli mana?
(dalam bahasa inggris)
Q1: silahkan perkenalkan diri
anda (dalam bahasa inggris)
Q1 : ooo jadi anda pernah tinggal
di bandung? Silahkan coba bahasa sunda, dan akupun nyunda hehehe
Q1 : nanti anda mau jadi apa?
Q1 : saya punya teman di dosen
UNP anda mau saya titipkan tidak?
Q1 : kenapa anda ingin kuliah
lagi?
Q1 : organisasi apa yang pernah
anda pegang?
Q1 : kegiatan sosial apa yang
pernah anda lakukan?
Q2 : kenapa memilih univeristas
ini? Lalu beliau bertanya kenapa tidak di sana dan disana
Q2 : emang apa bedanya? Anda
sudah survey belum perbedaan program studinya?
Q2 : apa hasil penelitian skripsi
anda?
Q2 : saya rasa potensi jurusan anda sangat bagus, apa yang akan anda teliti di
sekolah pascasarjana nanti?
Q3 : jelaskan tentang keluarga
anda
Q3 : apa kelemahan anda?
Q3 : bagaimana anda menyikapinya?
Q3 : anda yakin itu kelemahan
anda? Apakah anda tidak mencoba berfikir dari segi positivenya barangkali itu
merupakan kelebihan anda.
Lalu Q3 bertanya ke
rekan-rekannya apakah ada yang ingin ditanyakan kembali, beliau berdua menjawab
dirasakan cukup. Lalu aku berpamitan dan bersalaman kembali. Selesai. Hehhee
huuuft leganya.
Pukul 13.00 WIB aku dan ke empat
tempat kelompokku berkumpul kembali setelah makan siang dan sholat zhuhur untuk
membicarakan nanti bagaimana di LGD. Kami memutuskan untuk mengajukan satu
orang untuk membuka diskusi terlebih dahulu nanti ketika memasuki ruangan.
Oiya, sebenarnya kami sekelompok ber enam orang, akan tetapi seorang diantara
kami tidak bisa mengikuti wawancara dan LGD karena tidak lulus saat verifikasi
dokumen kalau tidak salah karena sertifikat toefl beliau sudah kadaluarsa. Oke lanjut
ya. Setengah jam kemudian kami dipanggil untuk memasuki sebuah ruangan di
lantai bawah, didalam ruangan sudah berdiri seorang psikolog lalu beliau
mempersilahkan kami untuk duduk di kursi yang ditunjuk olehnya berdasarkan nama
kami. Lalu kami diberikan selembar kertas yang berisi sebuah artikel tentang
isu terkini, kebetulan waktu itu kami mendapatkan isu tentang MEA (Masyarakat
Ekonomi Asean) setelah dibuka oleh si abang yang telah kami tunjuk diluar tadi
diskusi berlanjut dengan hikmat dan selesai tepat waktu, selesai lalu
dipersilahkan keluar. Tak lupa kami bertukar pin bbm dan berfoto bersama hehe.
Berikut tips untuk seleksi
subtansi dariku:
1. Datanglah
lebih awal karena jadwal seleksi bisa berubah lebih cepat
2. Berpakaian
rapi dan sewajarnya (tidak ketat, transparan, mini dan berlebihan)
3. Jangan
malu berkenalan dan bertanya
4. Jangan
minder, nanti sesampai di lokasi kamu akan melihat oramg-orang berpakaian rapi
dengan range usia 23-50 tahun yang keliatan pintar semua pastinya ada sedikit
minder tapi jangan berlarut sadarlah toh kalian juga bagian dari mereka bukan?
5. Bersikaplah
ramah kepada siapa saja yang dijumpai disana, jangan sombong! Mana tau mereka
lebih keren dan kece prestasinya dari pada kamu, di atas langit masih ada
langit kan.
6. Jangan
lupa sarapan
7. Kuasai
studi plan dan essay yang pernah di bikin sebelumnya
8. Chek
kembali berkas asli kalian jangan sampai malah kebawa photocopynya aja.
9. Saat
wawancara jawablah dengan jujur apa adanya, be
your self. Perlu diingat bahwa yang kalian hadapi bukan sembarangan orang,
psikolog handal pastinya tau sekecil apapun sebuah kebohongan.
10.Untuk Essay dan LGD perbanyak mengetahui isu terkini di TV, Radio dan Media online lainnya.
10.Untuk Essay dan LGD perbanyak mengetahui isu terkini di TV, Radio dan Media online lainnya.
11 Saat
LGD jadilah orang pertama yang memberi tanggapan, biar ga kehabisan ide dan
jangan terlalu panjang cukup jelas dan singkat to the point is best.
12. Setelah
semua sudah dilakukan banyak-banyak berdo’a.
13. Bersedekah, for sure
tidak ada istilah kebetulah dalam agama, tetapi aku sangat meyakini bahwa
semakin banyak bersedekah pintu rezeki akan dibuka dari langit dan dari bumi
olehNya.
Be better, be the best of you, be your self and don’t think too much. Jalani prosedurnya, senyumi prosesnya, lalu nikmati hasilnya. Fail? Try, try, and always try. Do it again and again.
tidak ada kata terlambat untuk belajar, buatlah perubahan kepada dirimu untuk jadi lebih baik lagi, jangan mengeluh, jangan menyerah sebelum berperang, keinginan untuk memperkaya ilmu adalah sebuah kenikmatan dari tuhan, maka nikmat tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?
Good luck everyone.
Rahmita Sari
Be better, be the best of you, be your self and don’t think too much. Jalani prosedurnya, senyumi prosesnya, lalu nikmati hasilnya. Fail? Try, try, and always try. Do it again and again.
tidak ada kata terlambat untuk belajar, buatlah perubahan kepada dirimu untuk jadi lebih baik lagi, jangan mengeluh, jangan menyerah sebelum berperang, keinginan untuk memperkaya ilmu adalah sebuah kenikmatan dari tuhan, maka nikmat tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?
Good luck everyone.
Rahmita Sari
Kelompok LGD 5B






