Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Assalamu'alaikum Jogja

Bismillah.. 


Pagi Jogja, hari ini hari minggu. Tepat dua minggu sudah aku menjadi warga jogja dalam tanda kutip. yap, sejak di terbitkan surat kedatangan oleh pihak LPPMP UNY resmilah sudah aku berserta 42 orang temanku lainnya menjadi bagian dari kampus UNY untuk menuntut ilmu sementara waktu. berawal pada hari Kamis (1/9/16) aku melangkah ke gedung orange sesuai petunjuk LPDP melalui email sebelumnya. Usai mengisikan formulir kami berkenalan satu sama lain seingatku mereka berasal dari bermacam-macam daerah, seperti Aceh, Padang, Jambi, Palembang, Jawa tengah,Jawa timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi dan kalimantan. Kami diperbolehkan pulang cepat hari itu untuk mempersiapkan pre-test penentuan kelas keesokan harinya. Sebelum pulang kami berfoto ria dulu.

Pb UNY  Lpdp angkatan VI

Jumat (2/9/16) kami melakukan pre-test dan senin terbentuklah pembagian kelas. Senin (2/9/16) acara pembukaan di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya bersama dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran LPPMP UNY dan ketua P2B UNY. Bersyukur sekali rasanya diberikan motivasi yang luar biasa kepada kami semua, harapan mereka sebagai tunas bangsa. Haduuh bahasannya berat sekali hehe

Penyerahan atribut secara simbolis

Keluar ruang kami dibekali beberapa peluru untuk kami berperang #inilebay yaitu 4 buah modul materi pembelajaran dan sebuah kontak pensil beserta isinya (pena warna warni 4 buah, pensil beserta penghapus, dan flashdisk size 8 Gb) 



Maka nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan? (Bersyukur sedalam-dalamnya)

Pembagian tas besar dan baju seragam


Kamis (15/9/16) kami kedatangan tamu istimewa dari LPDP yaitu pak Makhdum dan pak Agung. Layaknya orang tua yg mengunjungi anaknya beliau memberikan kita wejangan dan motivasi yang luar biasa. Baik itu dari segi akademis maupun masalah pribadi awardee. Berikut nasehat-nasehat beliau yang berkesan bagiku.

'Menjadi orang sukses harus rela berkorban, waktu dan pikiran. Buktikan kepada negara kalau kita layak menjadi pelopornya nanti'

Nasehat ini menurutku sangat luar biasa, kami dipercayakan oleh pemerintah untuk menuju indonesia emas 2045 akan mempunyai tanggung jawab besar terhadap negara, lakukan apa yang kami bisa dan bersama membangun generasi muda penerus bangsa. 

'Motivasi bisa datang dari mana saja, sesederhana motivasi diri 'setidaknya anakku nanti minimalnya seperti saya dan maksimalnya seperti cita-cita besar mereka' 

Beliau menggambarkan tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, termasuk diri kita disini. Kita butuh motivasi untuk terus berjalan sesuai takdirNya.  Motivasi diri sendiri setidaknya seperti motivasi sederhana diatas tapi pengaruhnya luar biasa. Siapapun didunia ini ingin mempunyai anak yang lebih pintar dan berprestasi dibandingkan mereka, dan untuk itu tidak mudah karena anak adalah cerminan diri kita oleh karena itu jadilah orang tua yang cerdas sehingga melahirkan generasi yang minimalnya seperti kita dan maksimalnya seperti cita-cita besarnya nanti.

Oke diriku, mari tanamkan MINIMALnya anakku nanti skor toeflnya 600 amiin (doakan permisah) hahaha >,<

Bersama tim LPDP 


Semangat, semangat, semangaaaat wahai anak muda! 


Yogyakarta, 18 September 2016







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perpindahan (Part II)

Bismillah..

Hai. Bertemu lagi dengan tulisanku, kali ini judulnya dikasih pake "PART II" biar gaya aja gitu kaya sinetron yang ber Part2 alias berepisode-episode #eh, back to topic..oke pertama aku mau bersyukur dulu sama Allah atas nikmat sehat yang telah dititipkan sampai saat ini, Alhamdulillah sekarang berpindah lagi nih dari Tapan-Yogyakarta. Setelah seuntaian kronologinya yang sangat mengesankan. 

Pada tgl 26 Agustus 2016 aku mendapat email dari tim LPDP bahwa aku diminta untuk melaksanakan 'Pengayaan Bahasa' sebuah program dari LPDP untuk meningkatkan skor toefl para awardee sebelum mereka memasuki bangku perkuliahan pascasarjana. Hua rasanya terharu sekali, sebab nanti semua biaya di tanggung oleh LPDP mulai dari tiket pesawat sampai biaya hidup disana. Jadilah tgl 27 Agustus 2016 aku resign dari tempat kerjaku yang baru 8 bulan menjadi rutinitas harianku, sedih sih. Karena sudah mulai merasa nyaman, karena pasti para readers juga tau kan memasuki sebuah instasi dalam bekerja tidak mudah untuk beradaptasi dengan pekerjaan dan rekan kerja. Ada rasa haru dimana semua rekan kerja menyayangkan perpisahan kami sampai ada yang mengeluarkan butiran kasih dari kedua kelopak matanya. #bighuguni

Rencana awal mau berangkat melalui pemesanan tiket dari mitra LPDP perasaan galaupun menghantui karena sampai tgl 30 tiket belum juga dikirim, jadilah aku berangkat ke bandara tanpa ada tiket di tangan. Berangkat malam sampai dini hari ke bandara, tiket belum juga dikirim akhirnya setelah di tunggu2 pada pukul 9 pagi barulah emailku dibalas bahwa pihak travel mitra lpdp tidak bisa lagi menampung permintaan tiket pesawat bagi awardee karena permintaan membludak. Setelah berdiskusi dengan seorang berhati malaikat jadilah berkat bantuannya aku mendapatkan tiket pesawat ke jogja pada pukul 14.08 dengan maskapai Garuda Indonesia.

Namanya takdir kan siapa yang tau dari sini saja Allah sudah menguji kesabaranku, perjalanan panjang itu pun terlewati dengan penuh dilema. InsyaAllah ada hikmah dibalik semua. Termasuk peristiwa mengerikan, saat penerbangan kedua dari Jkt-Jog pesawat mengalami cuaca buruk, seluruh pesawat bergetar dengan kencangnya, belum pernah aku merasakan yang seperti ini. Pernah  dulu waktu masih jaman kuliah pesawat mengalami cuaca buruk kata awak kabinnya melalui microfonnya tetapi tidak bergetar dan bersinar seperti ini pesawatnya. Ku lihat ada yang sudah berzikir, tetapi tiga orang penumpang sepertinya orang jepang didepanku biasa aja ekspesinya malah mereka cuma berhenti sejenak dari tontonannya lalu ku lihat tv didepan bangkunya masih menyala, betapa santainya mereka menghadapi situasi ini pikirku. Aku? Tadinya aku belum sempat solat magrib di bandara soeta karena jadwal transit yang dempet. Rencananya mau dijamak tetapi dalam keadaan ini aku tidak ingin mati dalam keadaan belum solat wajib, aku pun menguatkan ikat sandaran kursiku dan mulai bertayammum lalu menunaikan magrib dengan perasaan yang bercampur aduk, aku berharap setelah salam akhir pesawat sudah landing, tetapi masih berputar-putar diatas awan hitam sangat tebal. Pesawat bergetar dengan hebatnya seraya terus berzikir rasanya tidak sanggup menahan air mata, belum siap mati? Sepertinya begitu. Masih banyak yang harus diperbaiki dari diri ini. Tetapi kalimat meminta ampunan atas segala dosa senantiasa diucapkan. Setelah beberapa menit ada perasaan pasrah di hatiku, jika memang malam itu pesawat yang kami tumpangi tidak bisa diselamatkan aku berdo'a semoga kematianku tergolong kematian fisabillah (para pencari ilmu dijalan Allah). Ini benar pengalaman pertamaku sampai akhirnya aku memasrahkan keadaan takdir kematianku kepada Allah. SubhanaAllah pesawat kami landing dengan selamat di jogja, dua sepupuku sudah menunggu di bandara cukup lama, karena memang 44 menit pesawat kami delay landing itu berarti 44 menit adalah waktu paling menegangkan dihidupku. Alhamdulillah terima kasih Allah sdh diberi hidup untuk kali kedua. 😇



I'm coming jogja, terimaksih sudah mengizinkanku bertemu denganmu lagi. Berbaik hatilah denganku, semoga betah. 






Yogyakarta, 2 September 2016





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS