KETERKAITAN ANTARA KEGIATAN USER
EDUCATION DENGAN PEMBERDAYAAN PEMUSTAKA MENGAKSES RESOURCES
(Studi
Deskriptif pada Mahasiwa Baru FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia)
Rahmita Sari
Doddy Rusmono1
Hana Silvana2
Program Studi Perpustakaan dan Informasi
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRAK
Penelitian
ini berlatar belakang kurangnya pengetahuan mahasiswa baru tentang seluk beluk
perpustakaan, sehingga berbagai jenis dan bentuk resources tidak termanfaatkan secara maksimal. Pokok masalah yang dikaji dalam penelitian
ini adalah keterkaitan antara kegiatan User
education dengan pemberdayaan pemustaka dalam mengakses resources. Penelitian ini terdiri dari
dua variabel, yaitu kegiatan User
education dan pemberdayaan pemustaka. Kegiatan User education diukur oleh tiga sub variabel yaitu pengetahuan
mengenai resources, pemanfaatan resources, dan kedisiplinan pemustaka.
Pemberdayaan pemustaka diukur oleh satu sub variabel yaitu kemampuan pemustaka.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru angkatan 2014 FPMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dengan sampel yang diambil sebanyak 88
mahasiswa baru. Teknik sampling
menggunakan Purposive Random Sampling, dengan
rumus Yamane. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala
Likert yang dibagi menjadi 5 kategori dengan analisis korelasi. Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa terdapat
keterkaitan yang signifikan antara kegiatan User
education dengan pemberdayaan pemustaka dengan kategori sedang. Secara garis besar
pemberdayaan pemustaka mengakses resources
pada mahasiswa baru FPMIPA UPI dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa
pengetahuan mengenai resources pada mahasiswa baru FPMIPA dalam kategori
cukup baik, untuk pemanfaatan resources oleh mahasiswa baru FPMIPA dalam kategori cukup baik, dan untuk kedisiplinan pemustaka pada mahasiswa baru
FPMIPA dengan kategori baik.
Kata Kunci : Kegiatan User education, Pemberdayaan,
Akses, Resources.
ABSTRACT
Background to the present study is
the knowledge of students to maximize their search to find information from the
resources available. Issue to the topic of discussion includes facts on
interrelation between UE and user empowerment of accessing resources. This
study consists of two variables, namely education activities and user
empowerment. User education is measured by three sub variables, namely user’s
knowledge on resources, benefiting of resources, and user disciplinary. User
empowerment is measured by one sub variables, namely user ability. The
population of this study is all newly Enrolled Student of FPMIPA, Indonesia
University of Education batch of 2014 academic year, with samples taken as many
as 88 students. Sampling techniques used is Purposive Random Sampling with
Yamane Formula. The research method used descriptive method with quantitative
approach. The data collection technique used questionnaires with closed Likert
scale of five categories and with correlation analysed. The research results in
interrelation of significant link between activities of User Education with user empowerment of newly Enrolled
Student into the category of sufficient when accessing the resources
available. User education empowerment of the new student falls falling into the
category of Medium. In terms of user’s resources knowledge on resources
of the newly enrolled student FPMIPA falls into the category of sufficient when
benefiting the resources. As for the user’s disciplinary, it falls into the
category of adequate.
Keywords: User education, Empowerment,
Access, Resources.
Salah satu bidang yang terus
diupayakan untuk berkembang di negara Indonesia adalah bidang pendidikan. Untuk
mewujudkan hal ini Indonesia mencantumkan didalam Undang-undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Pasal 1 menyebutkan bahwa:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Perpustakaan perguruan
tinggi merupakan unit pelaksana teknis yang sama-sama dengan unit lain
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan menghimpun, memilih,
mengolah, merawat serta melayankan sumber informasi kepada lembaga induk
khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya (Dirjen DIKTI, 1994, hlm. 3).
Untuk memberikan pengenalan tentang adanya sebuah perpustakaan di sebuah
perguruan tinggi maka diperlukan pengenalan perpustakaan dalam bentuk User Education (UE) atau pendidikan
pengguna perpustakaan kepada para calon pemakai perpustakaan atau pemustaka. Pustakawan
bisa memunculkan berbagai usaha untuk tetap menghidupkan perpustakaan perguruan
tinggi yang salah satunya adalah dengan
melakukan kegiatan User Education
untuk mahasiswa baru. Kegiatan UEdiadakan untuk memberdayakan pemustaka dalam
mengakses resources yang telah
disediakan oleh Perpustakaan perguruan tinggi.
Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
adalah salah satu Perpustakaan perguruan tinggi yang telah melaksanakan
kegiatan User Education (UE) pada setiap tahunnya. UE dilaksanakan
pada awal tahun ajaran baru, tahun ajaran 2014/2015 ini UE telah dilaksanakan pada tanggal 18 September 2014. Kegiatan UE
wajib dihadiri oleh setiap mahasiswa baru UPI, sasaran kegiatan ini adalah
mahasiswa baru 2014 di Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Fakutas Ilmu
Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB),
Fakultas Pendidikan Teknik Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidikan Olahraga dan
Kesehatan (FPOK) dan Fakultas Bahasa dan Sastra (FPBS) dengan mengirimkan
beberapa staf perpustakaan ke masing-masing fakultas untuk memberikan materi UE
pengetahuan mengenai Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia.
Kegiatan User education yang terdapat di
Perpustakaan UPI hanya terdapat satu macam yakni dengan menggunakan metode
seminar dengan penyajian materi yang
bersifat kognitif berupa pengetahuan mengenai peraturan yang diterapkan di
Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, 13 jenis layanan yang ada
diperpustakaan, cara temu balik informasi, cara mengakses resources seperti e-journal,
e-book, e-magazine dll, dan cara menggunakan fasilitas yang telah
disediakan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia lainnya seperti Open Public Access Catalog (OPAC), Multy Puspose System (MPS), dan Bookdrop.
Penulis memilih
Penelitian dilakukan pada mahasiswa baru di Fakultas Pendidikan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) di Universitas Pendidikan Indonesia. Ini
dikarenakan bahwa melihat kegiatan user
education yang telah dilakukan oleh pustakawan Perpustakaan UPI ke
masing-masing fakultas diatas mahasiswa di FPMIPA adalah peserta yang paling antusias
mengikuti kegiatan UE, ini dilihat dari jumlah peserta FPMIPA terbanyak jika
dibandingkan dengan jumlah peserta di fakultas lainnya yang mengikuti kegiatan User Education.
Melihat dari kegiatan
UE yang telah dilaksanakan oleh pihak Perpustakaan UPI seharusnya mahasiswa
baru telah memiliki pengetahuan yang banyak tentang perpustakaan termasuk salah
satunya dalam mengakses resources.
Tetapi pada kenyataannya, menurut observasi awal yang telah dilakukakan
peneliti, mahasiswa baru UPI masih banyak yang
bertanya kepada pustakawan pada saat hendak mengakses resources di perpustakaan, dan minimnya
kedisiplinan mahasiswa baru saat berkunjung ke Perpustakaaan Universitas
Pendidikan Indonesia padahal hal tersebut sudah di paparkan oleh pustakawan
saat melakukan kegiatan UE.
Pustakawan
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah melaksanakan kegiatan pendidikan
pemustaka atau yang sering disebut kegiatan User
Education pada tiap tahunnya untuk mahasiswa baru UPI, dan seharusnya
mahasiswa baru sudah terberdayakan dalam mengakses sumber-sumber informasi (resources) yang disediakan di
Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Permasalahan ini ditemukan
penulis ketika mewawancarai beberapa mahasiswa baru Universitas Pendidikan
Indonesia pada tanggal 22 September 2014. Dari wawancara yang telah dilakukan
tersebut peneliti dapat menemukan kenyataannya masih banyak mahasiswa baru yang
belum memanfaatkan koleksi yang disediakan di perpustakaan. Hal ini disebabkan
karena mahasiswa baru UPI tidak
mengetahui jenis-jenis layanan yang terdapat di Perpustakaan Universitas
Pendidikan Indonesia.
Selain kurangnya
pengetahuan mahasiswa baru didalam mengakses resources berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis pada
tanggal 8 Oktober 2014 di perpustakaan, terlihat mahasiswa baru masih kebingungan dalam
menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan di Perpustakaan Universitas
Pendidikan Indonesia. Selain ditemukan permasalah diatas penulis juga melakukan
wawancara langsung dengan salah seorang pustakawan Perpustakaan UPI, beliau
menyatakan bahwa mahasiswa baru sering melanggar peraturan-peraturan yang telah
ditetapkan oleh pihak pustakawan.
Dari uraian di atas
peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai keterkaitan kegiatan User Education dengan pemberdayaan
pemustaka mengakses resources pada
mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia, artinya adanya keterkaitan antara
kegiatan User Education dengan
pemberdayaan pemustaka didalam mengakses resources.
Berdasarkan
latar belakang dan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dalam
penelitian ini dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :
1.
Masalah umum :
Bagaimana
keterkaitan antara kegiatan User
Education dengan pemberdayaan
pemustaka mengakses resources?
2.
Masalah Khusus
a.
Bagaimana gambaran pengetahuan mahasiswa baru mengenai
sumber-sumber informasi (resources) ?
b. Bagaimana gambaran pemanfaatan
sumber-sumber informasi (resources)
yang dilakukan mahasiswa baru?
c. Bagaimana gambaran kedisiplinan
mahasiswa baru ketika berkunjung ke Perpustakaan?
Tujuan umum penelitian
ini adalah untuk mengetahui bagaimana
keterkaitan antara kegiatan User Education dengan pemberdayaan pemustaka mengakses resources. Sedangkan tujuan khusus dari
masalah yang di teliti adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan
mahasiswa baru mengenai sumber-sumber informasi.
2. Untuk mengetahui gambaran pemanfaatan
sumber-sumber informasi yang dilakukan mahasiswa baru.
3. Untuk mengetahui gambaran kedisiplinan
mahasiswa baru ketika berkunjung ke Perpustakaan.
Perpustakaan
berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran lembaga yang menaunginya,
karena didalam perpustakaan terdapat sejumlah informasi yang dapat membantu
seseorang untuk menyelesaikan permasalahan dan
kebutuhan informasi yang ingin ia peroleh (Hermawan dan Zen, 2006, hlm.
12).
Perpustakaan perguruan tinggi
merupakan salah satu unit pelaksana teknis di perguruan tinggi dengan tugas
pokoknya sebagai pengolala informasi ilmiah secra efektif dan efisien untuk
menunjang pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi (Rusdihanto, 2012, hlm. 10).
Perpustakaan merupakan
unsur penunjang perguruan tinggi. Secara harfiah, unsur penunjang dapat
diartikan sebagai sesuatu yang harus ada untuk kesempurnaan proses pembelajaran pada suatu lembaga
pendidikan. Kegiatan layanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan di
suatu perpustakaan, karena melalui pelayananlah pustakawan dan pemustaka
berinteraksi secara langsung. Salah satu pelayanan yang sebaiknya diadakan di sebuah
perpustakaan adalah kegiatan user
education atau pendidikan pengguna, kegiatan User Educaton merupakan salah satu pelayanan yang sebaiknya
diadakan di sebuah perpustakaan yang
meliputi LO ( Library Orientation)
dan BI (Bibliographic Instruction).
Menurut F.
Rahayuningsih ( 2007, hlm. 123) mengemukakan User Education atau pendidikan pengguna adalah:
“kegiatan
yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi
perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas, dan jasa perpustakaan,
mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara tepat dan
cepat, serta mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib
dan bertanggung jawab.”
Dari
pendapat di atas dapat diketahui bahwa User
Education adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pustakawan untuk calon
pemustaka agar dapat mengetahui resources
yang disediakan perpustakaan, serta mendidik calon pemustaka agar bisa
memanfaatkan resources tersebut
secara maksimal dan mendidik pemustaka untuk disiplin ketika berkunjung ke
perpustakaan tersebut.
Menurut Okoye ( 2013,
hlm. 4) “Every university library prides
itself of the usability of its resources and to ensure that these resources
effectively utilized calls for library user education. To remain focused, there
is the need to state objectives of the instruction.”
Pendapat ini
menunjukkan bahwa suatu kebanggaan bagi
perpustakaan perguruan tinggi dengan keterpakaian koleksi yang telah disediakan
dan untuk memastikan keefektifan
keterpakaian koleksinya dengan melakukan user
education.
Pendapat lain mengenai User Education dikemukakan oleh Fjallbrandt ( 1984, hlm. 23) :
“Goals and
objectives can be divided, for purposes of convenience, into three main
groups-cognitive, affective, and psychomotor. In library user education, the
objectives are to be found mainly in the cognitive and affective domain”.
Dari
pendapat Fjallbrandt diatas dapat diketahui tujuan dan sasaran bisa dibagi
berdasarkan waktu yang dibutuhkan, yaitu
dibagi kedalam tiga golongan yaitu kogniktif, afektif dan psikomotor.
Didalam perpustakaan, tujuan utama kegiatan User
Education adalah untuk mencapai kognitif dan afektif pemustaka dalam
memanfaat koleksi perpustakaan.
Sebagaimana
menurut Sutarno NS (2004, hlm. 95) memaparkan bahwa fungsi User Education adalah :
a.
Pemustaka
dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan di
perpustakaan tersebut.
b.
Pemakai
perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode/nomor
klasifikasi, kartu katalog dan petunjuk lainnya.
c.
Pemakai
perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa
banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau hambatan.
d.
Perpustakaan
dapat memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota
perpustakaan.
e.
Perpustakaan
dapat mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan.
Dari
pendapat diatas dapat diketahui bahwa fungsi perpustakaan secara umum adalah
agar pemustaka dapat mengetahui tentang layanan perpustakaan serta memanfaatkan
koleksi perpustakaan secara efektif dan efisien serta dapat memberi kesan
positive kepada perpustakaan sebagai penunjang yang dapat membantu dalam proses
pembelajaran yang berlangsung.
Menurut
Rahayuningsih (2007, hlm. 126) “metode yang digunakan dalam program User Education perpustakaan tergantung
kepada situasi belajar mengajar, materi yang disampaikan, dan tingkat
penggunanya”.
Menurut
Mardikanto (2013, hlm. 33) “Pemberdayaan atau empowerment diartikan sebagai proses peningkatan optimis kemampuan
atau produktivitas, individu, organisasi, ataupun sistem”. Sementara Menurut
Shardlow (dalam Riza, 2006, hlm. 2).
mengatakan pada intinya :“pemberdayaan membahas bagaimana individu, kelompok
ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan
untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.” Lebih lanjut Parsons
(dalam Riza, 2006, hlm. 2) mengatakan bahwa:
“Pemberdayaan merupakan sebuah proses dengan
mana orang menjadi cukup kuat untuk berpartisipasi dalam, berbagi pengontrolan
atas, dan mempengaruhi terhadap, kejadian-kejadian serta lembaga-lembaga yang
mempengaruhi kehidupannya. Pemberdayaan menekankan bahwa orang memperoleh
keterampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi
kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi perhatiannya.”
Pemberdayaan merupakan kemampuan seseorang untuk
dapat memiliki akses terhadap sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka
dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa
yang mereka perlukan; dan berpartisipasi dalam proses pembangunan dan
keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka.
Selanjutnya
menurut Anwas (2013, hlm. 49) “pengertian pemberdayaan (empowerment) tersebut menekankan pada aspek pendelegasian
kekuasaan, memberi wewenang, atau pengalihan kekuasaan kepada individu atau
masyarakat sehingga mampu mengatur diri dan lingkungannya sesuai dengan
keinginan, potensi, dan kemampuan yang dimilikinya”.
Pemberdayaan
dilakukan agar individu mampu untuk berpartisipasi dan memiliki peningkatan
keterampilan dalam melakukan sesuatu. Pemberdayaan dapat memegang teguh
prinsip-prinsip sebagai acuan dalam pelaksanaannya.
METODE
Metode
yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi
korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2014, hlm. 13)
metode kuantitatif merupakan “metode ilmiah/scientific
karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/emiris, obyektif,
terukur, rasional, dan sistematis”.
Selanjutnya
sugiyono mengemukakan (2013, hlm. 228).
“teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis
hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval dan ratio dan
sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama”.
Melihat pendapat di atas dapat diketahui bahwa
pendapat di atas sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat
hubungan antara variabel X (kegiatan UE ) dengan variabel Y (pemberdayaan
pemustaka). Metode ini melihat hanya adanya hubungan tanpa memperhatikan
pengaruh yang berarti antara dua variabel tersebut.
Selanjutnya penelitian
ini akan dilaksanakan dalam bentuk metode penelitian survei, sebagaimana
pendapat yang dikemukakan Sugiyono (2013, hlm. 35) bahwa:
“metode penelitian survei adalah metode
penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data yang terjadi pada
masa lampau atau saat ini, tentang keyakinan, pendapat, karakteristik,
perilaku, hubungan variabel dan untuk menguji beberapa hipotesis tentang
variabel sosiologis dan psikologis dari sampel yang diambil dari populasi
tertentu, teknik pengumpulan data dengan pengamatan (wawancara atau kuesioner)
dan hasil penelitian cenderung untuk digenarisasikan.”
Penelitian
ini akan mengambil data dari kejadian pada masa lampau yaitu dari kegiatan UE yang telah dilakukan pustakawan
Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada pemustaka dari
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UPI Bandung pada tahun
2014.
Sedangkan
variabel yang akan penulis kaji dalam penelitian ini dibagi menjadi dua
variabel utama, yaitu variabel bebas (X) yang terdiri satu variabel, yaitu
kegiatan user education (X) Sedangkan variabel terikat (Y) terdiri dari satu
variabel, yaitu pemberdayaan pemustaka.
Melihat
dari jumlah data mahasiswa baru UPI yang
paling banyak mengikuti UE adalah
mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA (FPMIPA) maka peneliti menetapkan populasi penelitian
ini kepada Mahasiswa baru FPMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia, berdasarkan sumber dari bagian akademik FPMIPA pada tahun 2014 jumlah
mahasiswa baru FPMIPA adalah sebanyak 725 orang.
Sedangkan pengambilan sampel menggunakan
rumus dari Taro Yamane Slovin. Dikemukan kembali dalam Riduwan (2009, hlm. 95).
Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e =
nilai kritis (batas kesalahan) yang diinginkan (persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan penarikan
sampel).
n= 
n= 
n=
n=
n=87,87
88
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pembahasan hasil penelitian dimaksudkan untuk
menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya baik rumusan masalah
umum, maupun rumusan masalah khusus.
Rumusan masalah umum pada penelitian ini membahas tentang
keterkaitan antara kegiatan User
Education dengan pemberdayaan pemustaka dalam mengakses resources. Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis yang telah dilakukan melalui uji korelasi yang dilakukan menunjukkan
bahwa terdapat keterkaitan antara variabel X dengan variabel Y, dengan tingkat
korelasi sedang. Dari hasil tersebut
dapat diketahui bahwa terdapat keterkaitan antara kegiatan User Education dengan pemberdayaan pemustaka.
Setelah diketahui adanya keterkaitan antara variabel X dengan
variabel Y berdasarkan hasil tanggapan 88 responden sebagai sampel penelitian,
selanjutnya dilakukan uji signifikansi untuk mengetahui apakah hasil uji
hipotesis tersebut berlaku bagi seluruh populasi. Uji signifikansi yang telah
dilakukan tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil tersebut dapat diartikan
bahwa hasil uji hipotesis yang telah dilakukan tersebut berlaku juga untuk
seluruh populasi. Maka dapat diketahui bahwa permasalahan umum yang telah
dirumuskan sebelumnya terjawab, yaitu terdapat keterkaitan yang signifikan antara
kegiatan User Education dengan
pemberdayaan pemustaka dalam mengakses resources
mahasiswa baru FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.
Pengujian hipotesis yang
telah dilakukan menunjukkan adanya keterkaitan antara kegiatan User Education dengan pemberdayaan
pemustaka dalam mengakses resources.
Dari hasil data yang telah dianalisis sebelumnya, dapat diketahui
bahwa 88 responden yang telah mengisi kuesioner menyatakaan bahwa dengan adanya
kegiatan User Education pengetahuan
mahasiswa baru mengenai resources cukup
baik.
Sebagai mahsiswa baru yang masih belum mengetahui berbagai jenis
koleksi yang disediakan oleh perpustakaan. Adanya kegiatan User Education sangat bermanfaat. Oleh karena itu perlu adanya
kegiatan User Education yang akan
menjelaskan berbagai jenis resources yang
disediakan oleh pustakawan, selanjutnya perlu dijelaskan perbedaan antara
setiap jenis resources tersebut dan
dijelaskan fungsi dan tujuannya disediakan jenis resources tersebut di perpustakaan.
Menurut Sutarno
(2006, hlm. 113), User Education,adalah: “Kegiatan yang dilakukan oleh petugas
layanan untuk menjelasakan tentang seluk-beluk perpustakaan. Diantaranya
manfaat perpustakaan, cara menjadi anggota, persyaratan keanggotaan, tata
tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi dan klasifikasi, serta
partisipasi masyarakat didalam perpustakaan. Semua dikerjakan dalam rangka
memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pemakai dalam memanfaatkan
perpustakaan, secara cepat dan tepat tanpa banyak menghadapi kesulitan.”
Dari pendapat diatas dapat kita lihat
pentingnya peran kegiatan User Education dalam
meningkatkan pengetahuan pemustaka tentang perpustakaan. Meskipun belum semua mahasiswa baru mengetahui
perbedaan dari setiap jenis resources, dapat
dibuktikan dalam penelitian ini bahwa sebagian besar mahasiswa baru sudah mengetahui resources yang terdapat di Perpustakaan UPI. Hal tersebut diketahui
dari hasil analisis data diatas yang menunjukkan bahwa pengetahuan memustaka
mengenai resources cukup baik.
Bentuk pengetahuan tersebut mencakupi pengetahuan pemustaka
tentang koleksi perpustakaan, pengetahuan pemustaka tentang fasilitas
perpustakaan dan pengetahuan pemustaka tentang jasa layanan perpustakaan.
Dengan adanya pengetahuan pemustaka mengenai resources maka diharapkan pemustaka dapat memanfaatkan resources secara maksimal.
Setelah mengetahui pengetahuan mahasiswa baru mengenai resources maka dapat diketahui juga
tentang pemanfaatan resources yang
telah dilakukan mahasiswa baru. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa 88 mahasiswa baru yang
telah mengisi kuesioner menyatakan bahwa pemanfaatan resources yang telah dilakukan oleh mahasiswa baru cukup baik.
Menurut
Soedibyo (1987, hlm.121) pendidikan pemustaka (User Education) “usaha bimbingan atau penunjang pada pemustaka
tentang cara pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang disediakan secara efektif
dan efisien, bimbingan itu dapat berupa bimbingan individu ataupun secara
berkelompok”. Dari pendapat tersebut jelas bahwa tujuan dilakukan kegiatan User Education adalah untuk memberi
pemahaman kepada pemustaka dalam memanfaatkan resources secara maksimal. Target suatu perpustakaan adalah keterpakaian atau pemanfaatan
koleksi oleh pemustaka. Setelah memperkenalkan jenis reosurces yang terdapat di suatu perpustakaan selanjutnya
diharapkan pemustaka juga dapat memanfaatkan koleksi yang telah disediakan oleh
perpustakaan.
Sebagaimana
menurut Sutarno NS (2004, hlm. 95) memaparkan bahwa fungsi User Education adalah :
a.
Pemustaka
dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan di
perpustakaan tersebut.
b.
Pemakai
perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti
kode/nomor klasifikasi, kartu katalog dan petunjuk lainnya.
c.
Pemakai
perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlukan, tanpa
banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau hambatan.
d.
Perpustakaan
dapat memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota
perpustakaan
e.
Perpustakaan
dapat mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan.
Dari pendapat Sutarno
diatas dapat diketahui bahwa User
education secara umum berfungsi agar pemustaka dapat memakai atau
memanfaatkan sarana temu balik yang tersedia di perpustakaan serta perpustakaan
dapat memperbanyak jangka pemakaian koleksi oleh pemustaka.
Kedisiplinan pemustaka juga merupakan hal yang
wajib disampaikan ketika dilaksanakan kegaitan User Education agar calon pemustaka tahu hal yang sudah menjadi
peraturan di perpustakaan tersebut, kegiatan User Education selain untuk mendidik pemustaka dalam meningkatkan
pengetahuan mengenai resources, dan
mendidik pengguna dalam memanfaatkan resources.
Akan tetapi, kegiatan User Education juga
mendidik pemustaka untuk disiplin ketika berkunjung ke perpustakaan.
Hal ini telah dikemukakan oleh Rahayuningsih
(2007, hlm. 123) “kegiatan User Education
diharapkan mampu berfungsi dalam mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi
pengguna yang tertib dan bertanggung jawab”. Hal ini sesuai dengan kedisiplinan
pemustaka yang dibahas pada penelitian ini, adapun cakupan kedisiplinan
pemustaka yang dibahas pada penelitian ini terbagi dua yaitu ketertiban dan
rasa tanggung jawab yang dilakukan oleh mahasiswa baru FPMIPA UPI.
Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa
mahasiswa baru FPMIPA sudah disiplin dalam kegiatan mereka berkunjung ke
perpustakaan, hal ini dilihat dari kuesioner yang direspon oleh 88 mahasiswa
baru bahwa tingkat kedisiplinan mahasiswa baru dikategorikan baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan mengenai “keterkaitan kegiatan User Education dengan pemberdayaan
pemustaka mengakses resources” pada
mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), maka dapat ditarik simpulan
sebagai berikut :
1.
Simpulan
Umum
Simpulan umum
ini merujuk pada hipotesis yang telah diajukan, yaitu “adanya keterkaitan
antara kegiatan User Education dengan
pemberdayaan pemustaka mengakses resources”.
Hasil pengolahan data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat
keterkaitan yang signifikan antara kegiatan User
Education dengan pemberdayaan pemustaka mengakses resources. Kegiatan User
Education memiliki tingkat korelasi sedang
dengan pemberdayaan pemustaka. Adapun bentuk pemberdayaan pemustaka yang
diteliti adalah kemampuan pemustaka dalam mengakses resources yaitu dengan mengetahui partisipasi individu dan
keterampilan individu dalam mengakses resources.
2.
Simpulan
Khusus
Simpulan
khusus merujuk pada masalah khusus yang telah dirumuskan, yaitu mengenai
pengetahuan pemustaka tentang resources, pemanfaatan
resources, dan kedisiplinan pemustaka
ketika mengakses resources di
perpustakaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a. Pengetahuan mengenai resources
Hasil dari
pengolahan data penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan
mahasiswa baru mengenai resources dapat
dikatakan cukup baik. Hal tersebut
terlihat pada hasil pengolahan data dari setiap indikator yang terdapat pada
sub variabel pengetahuan mengenai resources.
Mahasiswa baru FPMIPA memiliki pengetahuan yang cukup mengenai koleksi yang
disediakan oleh Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selain itu
mahasiswa baru juga cukup mengetahui fasilitas yang telah tersedia di
perpustakaan, dan mahasiswa baru juga cukup mengetahui layanan apa saja yang
disediakan Perpustakaan UPI bagi pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan.
b.
Pemanfaatan
resources
Gambaran
mengenai pemanfaatan resources yang
dilakukan mahasiswa baru dapat dilihat dari hasil pengolahan data yang telah
dilakukan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pemanfaatan resources yang dilakukan mahasiswa baru
FPMIPA dikategorikan cukup baik.
Dari
hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa baru sudah memaksimalkan
pemanfaatkan koleksi perpustakaan, fasilitas perpustakaan dan layanan
perpustakaan yang telah disediakan Perpustakaan UPI.
c.
Kedisiplinan
pemustaka
Berdasarkan
hasil pengolahan data yang telah dilakukan menggambarkan tingkat kedisiplinan
mahasiswa baru ketika memanfaatkan koleksi dan menunjukkan perilaku yang baik
selama berada Perpustakaan UPI. Hal tersebut dilihat dari hasil pengolahan data
berdasarkan indikator pemustaka yang tertib dan pemustaka yang bertanggung
jawab. Dari hasil pengolahan data tersebut ditunjukkan bahwa mahasiswa baru
memiliki kategori kedisiplinan yang baik ketika
berkunjung ke Perpustakaan UPI.
DAFTAR PUSTAKA
Anwas, Oos.
(2013). Pemberdayaan Masyarakat Di Era
Global. Bandung: Alfabeta
Dirjen DIKTI.
(1994). Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi
(PTT). Jakarta: Indonesia.
Fjallbrant, Nancy and Ian Malley.(1984). User Education in Libraries. London: Clive bingley.
Hermawan, Rachman dan Zulfikar Zen. (2006). Etika Kepustakawanan. Jakarta: Sagung Seto.
Mardikanto, Totok dan Poerwoko Soebiato (2013). Pemberdayaan
Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung : Alfabeta
Okoye, Michael Onuchukwu. (2013). User Education in Federal University
Libraries: A study of Trends and Developments in Nigeria. Jurnal : Library Philosophy and Practice. University of Nebraska – Lincoln.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 20
Tahun 2003
tentang sistem pendidikan
nasional (Sisdiknas).
Rahayuningsih,
F. (2007). Pengelolaan Perpustakaan.. Yogyakarta
: Graha Ilmu
Riza,
Risyanti dan Roesmidi. (2006). Pemberdayaan Masyarakat. Sumedang : Alqaprint
Jatinangor.
Sari, Rahmita. (2015). Keterkaitan antara kegiatan User Education dengan pemberdayaan
pemustaka mengakses resources. (skripsi).
Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Rusdihanto,
Widodo Mulyo. (2012). Pengembangan
Perpustakaan Perguruan Tinggi Berorientasi kepada sivitas akademis dan
perkembangan teknologi informasi. (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono.
(2014). Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Sutarno (2006). Manajemen Peprustakaan : Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: CV Sagung Seto.