Sukses
itu kebahagiaan. Begitulah jawaban saya ketika ada yang bertanya apa arti
sebuah kesuksesan. Seorang yang sukses adalah yang mampu membuat dirinya
sendiri dan orang lain bahagia. Apakah dengan mempunyai harta banyak itu
sukses? Setiap orang tentu mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Bagi orang yang
kurang mampu mempunyai harta banyak bisa jadi adalah sebuah kesuksesan baginya.
Lain hal dengan anak yang terlahir dari keluarga yang kaya, mungkin memiliki
harta banyak sudah menjadi hal biasa. Tetapi sukses bagi saya adalah ketika
diri saya dapat berbahagia dengan apa yang telah saya perjuangkan dan melihat
orang lain berbahagia atas apa yang telah saya berikan kepada mereka. Dengan
itu saya bisa merasa bahwa saya telah sukses.
Sukses
terbesar saya sampai saat ini adalah ketika saya berhasil menyelesaikan
perkuliahan saya dalam waktu 3 tahun 8 bulan dengan prestasi cumlaude pada bulan juni yang lalu. Sungguh
masih belum dapat dipercaya seorang anak kampung seperti saya dapat menyelesaikan
perkuliahan di pulau sebrang, yaitu di kota Bandung. Saya berasal dari keluarga
sederhana yang penuh kebahagiaan. Saya tinggal di Kampung Tebing Tinggi, Kecamatan
Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Persisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Sebuah kampung yang sama sekali tidak terkenal, jauh dari kota dan perbatasan
antara Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu. Ayah saya seorang guru yang hebat dan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang
rajin. Pada awalnya ketika saya lulus Sekolah Dasar (SD) di kampung saya, ayah
saya dengan penuh semangat menyarankan saya untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah
Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang Panjang yakni berjarak 7 jam dari kampung tempat kami tinggal, disana
saya tinggal di asrama karena sekolah saya adalah pondok pesantren. Setelah lulus SMP
saya melanjutkan pendidikan saya di kota lain yang masih satu provinsi dengan
kampung saya yaitu SMAN 1 Bukittinggi, salah satu sekolah favorit di kota itu.
Alasan ayah saya untuk menyarankan saya sekolah di kota adalah sekolah di
kampung saya saat itu belum terakreditasi, sehingga ayah dan ibu saya merelakan
saya berpisah dengan mereka untuk bersekolah di kota demi masa depan anak saya
nanti.
Keputusan
saya untuk berkuliah di pulau sebrang ternyata banyak mendapat komentar
orang-orang disekitar saya. Mereka berpendapat bahwa kuliah di pulau jawa
banyak hal-hal negative yang akan terjadi. Tetapi orang tua saya sudah
mempercayai saya, karena memang dari lulus SD saya sudah berpisah dari mereka
untuk melanjutkan sekolah saya. Saya meyakinkan orang tua saya untuk dapat
mempercayai saya, seorang anak perempuan dari kampung yang berkeinginan untuk
maju.
Pada
tanggal 29 Juni 2011 bertepatan dengan tanggal lahir saya yang ke 18, saya di
terima di Universitas Pendidikan Indonesia melalui jalur Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jalur ujian tulis. Sebelumnya untuk ke lokasi ujian
tulis SNMPTN saya harus naik kendaraan
umum selama 6 jam ke Kota Padang. Alhamdulillah
ya Rabb , tiga kata yang keluar dari bibir saya ketika melihat monitor
komputer usang yang mencantumkan nama
saya sebagai peserta yang lulus SNMPTN.
Memasuki
hari pertama di perkuliahan, saya sedikit minder
karena saya merasa teman-teman di
kelas saya adalah anak-anak kota yang hebat dan bersifat sombong. Tetapi
setelah saya bergaul dengan mereka, tidak seperti yang saya bayangkan
sebelumnya, mereka selain cerdas juga merupakan orang-orang yang baik dan ramah.
Selama masa
perkuliahan saya juga aktif di berbagai organisasi, baik itu organisasi dalam
kampus maupun luar kampus tidak terkecuali organisasi kesenian Minang Kabau.
Saya sangat menggemari kesenian minang, tentu saja karena saya adalah orang
minang. Meskipun saya di rantau orang tetapi saya tidak kacang yang lupa kulitnya. Saya mengikuti organisasi mahasiswa
minang yang ada di kampus saya, selain itu saya juga sempat diamanahi sebagai
Kepala Departemen Sosial Forum Silaturrahmi Mahasiswa Minang (FOSMI).
Bersyukur. Itu adalah kunci setiap kesuksesan yang pernah
saya raih. Sukses yang sudah saya raih memang tidak sebesar yang orang
bayangkan, akan tetapi saya selalu bersyukur setiap sukses yang pernah saya
raih. Kebahagiaan kedua orang tua saya ketika saya diterima di
salah satu sekolah favorit di Provinsi saya, adalah sukses bagi saya.
Kebahagiaan kedua orang saya ketika saya
diterima di salah satu perguruan tinggi negeri, adalah sukses bagi saya.
Kebahagiaan kedua orang tua saya ketika saya lulus tepat waktu dengan prestasi
terpuji, yaitu sukses bagi saya.
Kebahagiaan saya ketika melihat anak-anak panti asuhan bayi
sehat dan teman-teman di SLBC Cipaganti
yang sering saya kunjungi, meskipun saya hanya bisa membelikan mereka permen
dan makanan ringan, merupakan sukses bagi saya. Yah,, memang sesederhana itu
sukses yang baru saya capai selama hidup saya, saya tidak akan pernah
berhenti berusaha meraih kesuksesan
lainnya di masa depan. Demi kebahagiaan saya dan tentu demi orang-orang yang
ada di sekitar saya.
Essay by : Rahmita Sari
Credit for : LPDP Schoolarship






0 komentar:
Posting Komentar