Assalamu'alaikum..
Ketika menyelesaikan tulisan dalam bentuk skripsi aku tuliskan sebuah quote di halaman pertama skripsiku 'karya ini kupersembahkan untuk mama,mama, mama dan papaku' ku menuliskan tiga kali mama dan satu kali papa di skripsiku, bukan berarti itu semua karna aku lebih mencintai mamaku dari pada papaku. Tidak ! Sama sekali tidak, aku mencintainya sama. Tidak ada yang saya bandingkan dan bedakan, hanya saja didalam agamaku seorang ibu ada yang paling utama dan paling dimuliakan. Kami dan kedua orang tua kami sangat romantis kata orang-orang, meskipun kami berjauhan tidak pernah terabaikan seharipun. Kami selalu dipantau. Begitulah orang tua kami mengajarkan kami bentuk tumbuh kembang dalam sebuah keluarga.
Kenapa judul tulisan kali ini 'berlomba dengan sang jagoan?' Karena kali ini aku akan menceritakan seorang jagoan yang aku selalu berlomba dengannya sedari kecil. Yaitu APA (Panggilan akrabku ke papa). Sedari kecil aku selalu berlomba dengannya, ku ingat waktu SD setiap angka 9 diraporku dihargai 1000 rupiah olehnya. Dan begitupun saat pertama kali aku mendapatkan peringkat satu di kelas IV SD beliau telah menjanjikanku untuk pergi ke kebun binatang Bukittinggi dan hal ini menjadikanku lebih semangat dalam mempertahankan peringkatku. Iya, beliau selalu memberiku tantangan demi tantangan yang menurutku itu merupakan sebuah perlombaan mengasyikkan. Ketika beliau memberitahuku bahwa akan ada seleksi MTQ di kabupaten dia memberiku perlombaan lagi jika aku tembus menjadi perwakilan kecamatan beliau menjanjikan sebuah hadiah, setiap hari beliau mendampingiku tc tartil di kecamatan bahkan sampai larut malam saat itu dan begitupun saat aku berhasil terpilih kedua orang tuaku tidak pernah absen menjengukku selama dikarantina, berlanjut ketika berhasil menjadi tim cerdas cermat dan meraih juara dua dikecamatan papa turut andil didalamnya. Papaku seorang anak pramuka dia juga suka menulis, saat itu aku menemukan tulisannya tentang pramuka di lemari bacaanya. Saya menjadi sangat tertantang untuk menjadi anggota pramuka, mulai dari SD sampai SMP aku menjadi tim inti disekolah, sangat lekat di kepala bagaimana proses seleksi tim penggalang SMP untuk berlomba di kabupaten saat itu aku harus mengikuti 4 tahap seleksi yang membuatku menjadi orang berani dalam segala hal (termasuk jurit malam keliling sekolahan tengah malam dan hampir pingsan saat di test bertemu pocong buatan di tengah jalan) begitulah aku yang dengan semangat ingin seperti papaku walaupun dasarnya aku adalah seorang yang sangat penakut, tapi ingin menjadi tim pramuka! Setelah dipilih aku menjadi salah satu dari 10 orang yang akan mewakili kabupaten untuk berlomba morse di kabupaten sebelah, masih ingat tanpa memberitahuku mama dan papa hadir dipadang panjang dan ikut melambai lambaikan tangan disela mobil-mobil dari tim kabupaten yang mengantarkan kami berlomba. Ah betapa banyak hal yang membuat diri ini selalu merasa hidupnya penuh perlombaan. Perlombaan memasuki perguruan tinggi negeri, perlombaan mendapat nilai A disetiap semesternya bahkan perlombaan untuk meraih beasiswa. Kami tidak hanya berlomba dalam hal akademik, melihat papa mempunyai jiwa pemimpin yang pada akhirnya mengantarku menjadi seorang yang berani memegang amanah sebagai ketua di berbagai organisasi, tidak hanya itu kami juga berlomba dalam hal sepele sekalipun termasuk berlomba ketika timnas atau semen padang beranding atau motorGP sekalipun yang hadiahnya hanya pulsa 20.000rupiah hehe.
Bukan masalah berapa banyak yang didapatkan dari setiap perlombaan itu, tapi bagaimana menariknya perlombaan itu sehingga aku tidak mau kalah disetiap waktunya. Masih ingin terus berlomba dengan si jagoan, setiap perlombaannya membuatku mengerti arti cinta seorang ayah yang menjalin komunikasi yang menarik, perlombaan yang membuat putri bungsunya berani melangkah lebih jauh, karena perlombaan bukan tentang menang atau kalah tetapi tentang bagaimana proses meniti tujuan. Begitupun hidup tidak selalu ada menang dan tidak selalu kita akan kalah, akan ada hikmah disetiap proses pencapaian.
Bukan masalah berapa banyak yang didapatkan dari setiap perlombaan itu, tapi bagaimana menariknya perlombaan itu sehingga aku tidak mau kalah disetiap waktunya. Masih ingin terus berlomba dengan si jagoan, setiap perlombaannya membuatku mengerti arti cinta seorang ayah yang menjalin komunikasi yang menarik, perlombaan yang membuat putri bungsunya berani melangkah lebih jauh, karena perlombaan bukan tentang menang atau kalah tetapi tentang bagaimana proses meniti tujuan. Begitupun hidup tidak selalu ada menang dan tidak selalu kita akan kalah, akan ada hikmah disetiap proses pencapaian.
Terima kasih jagoanku atas semua perlombaan yang telah kita jalani selama ini. Terima kasih untuk selalu memberiku hadiah-hadiah ketika aku menang dan terima kasih tidak menghukumku ketika aku kalah karena katamu 'seorang yang sering kalah juga akan sering menang, yang penting selalu berusaha'
I love you Apa.
Your lil daughter









0 komentar:
Posting Komentar