MEMAKSIMALKAN FUNGSI REKREASI PERPUSTAKAAN DENGAN MEMAKAI RAMBU-RAMBU
PERPUSTAKAAN YANG TEPAT DAN SARANA YANG ERGONOMI
Salah
satu fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat rekreasi, dengan demikian diketahui
bahwa perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai sarana tempat hiburan yang beredukasi
sehingga ketika pemustaka mencari sumber informasi dianggap hal yang
menyenangkan di perpustakaan. Disamping itu untuk mewujudkan hal tersebut ada
beberapa hal yang harus diperhatikan, rekreasi identik dengan sebuah tempat
yang terdapat unsur keindahan atau estetika di dalamnya. Keindahan di
perpustakaan akan terwujud selain dengan memperhatikan desain gedung, tetapi dengan
memperhatikan hal-hal kecil lainnya seperti membuat rambu-rambu yang tepat dan
sarana yang ergonomi. Salah satu misalnya tentang memakaian rambu-rambu yang
efektif (Priyanto: 2017) sebagai berikut :
1. Harus
ada template
Menggunakan template yang jelas akan menarik
perhatian pemustaka ketika membaca rambu-rambu tersebut.
2. Bahasa
terkontrol
Dalam membuat rambu-rambu di perpustakaan sebaiknya
menggunakan bahasa yang formal serta baku sesuai dengan bahasa nasional ataupun
internasional.
3. Cantumkan
logo perpustakaan
Agar rambu-rambu yang dipasangkan dapat dikenali
identitas instansi yang membuatnya maka sangat penting untuk mencantum logo
perpustakaan.
4. Tentukan
warna khas perpustakaan
Menentukan warna khas suatu perpustakaan sangat
dianjurkan karena itu bisa menjadi identitas suatu perpustakaan agar dapat
dikenali.
5. Tentukan
jenis dan ukuran font
Dalam membuat rambu-rambu pustakawan juga harus
memperhatikan jenis dan ukuran font yang digunakan, karena ukuran yang yang
terlalu kecil atau kebesaran juga akan mengurangi estetika di sebuah
rambu-rambu yang dipasangkan.
6. Perlu
ada tim khusus dan aturan khusus dalam membuat rambu-rambu
Dengan dibentuknya tim khusus yang bertugas
membuatkan rambu-rambu ini akan mempermudah dalam mengkoordinasikan desain
rambu-rambu seperti apa yang digunakan oleh
perpustakaan tersebut.
Selain
rambu-rambu yang efektif harus
diperhatikan, hal yang sebaiknya diperhatikan lainnya adalah sarana dan prasarana
yang ergonomi. Seperti pendapat Rahayuningsih (2007) “beberapa unsur yang
terlibat didalam pengelolaan perpustakaan adalah sumber daya manusia,
penggguna, sarana dan Prasarana, dan fasilitas pendukung perpustakaan”. Meja
yang digunakan di perpustakaan bersifat ergonomi adalah sebagai berikut :
1. Sesuai
atau pas untuk penggunanya
2. Mudah
digunakan
3. Meningkatkan
kenyamanan
4. Meningkatkan
kinerja
5. Meningkatkan
kesehatan dan keamanan
6. Bukan
sekedar nampaknya tetapi juga kualitasnya
Sedangkan
kursi yang ergonomi adalah :
1. Pendukung
lumbar (low back) yang baik
2. Tempat
duduk yang nyaman setidaknya dua jam
3. Kursi
memiliki 5 point base
4. Sandaran
tangan dapat diatur/tanpa sandaran tangan
5. Bisa
diatur saat diduduki
6. Ketinggian
dan kedalaman tempat duduk sesuai.
Secara keseluruhan ergonomi perpustakaan memperhatikan beberapa hal seperti memperhatikan tempat duduk pustakawan, memperhatikan tempat duduk pemustaka dan memperhatikan penggunaan teknologi perpustakaan. Diharapkan dengan memakai rambu-rambu perpustakaan yang efektif serta memperhatikan ergonomi sarana dan prasana perpustakaan dapat menunjang fungsi perpusakaan sebagai tempat rekreasi yang menarik bagi pemustaka.
Secara keseluruhan ergonomi perpustakaan memperhatikan beberapa hal seperti memperhatikan tempat duduk pustakawan, memperhatikan tempat duduk pemustaka dan memperhatikan penggunaan teknologi perpustakaan. Diharapkan dengan memakai rambu-rambu perpustakaan yang efektif serta memperhatikan ergonomi sarana dan prasana perpustakaan dapat menunjang fungsi perpusakaan sebagai tempat rekreasi yang menarik bagi pemustaka.
Daftar
Pustaka :
F.
Rahayuningsih. 2007. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Priyanto, Ida Fajar. 2017. Materi Mata
Kuliah Manajemen Disain dan Perpustakaan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.





