Bismillahirrahmanirrahiim..
وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat” (Hadits Riwayat Imam at-Tirmidzi)
Hadist diatas menjadi renungan untukku, renungan tentang aib-aib yang telah bertebaran di bumi ini. Aib yang tidak seorangpun dimuka bumi ini ingin mengenangnya. Lantas apa hak kita menghakimi setiap aib tersebut? Tidak ada manusia yang berhak menghakimi.
Menyebarluaskan aib sering kali terjadi, terlalu ringankah mulut kita untuk membicarakan aib orang lain? Jika kita sudah mengetahui suatu aib tidakkah cukup hanya kita yang tau? Pinya hakkah kita menyebarluaskan ke orang lain? Ke satu orang saja kita sebarkan sebenarnya akan berakibat fatal bagi sebuah aib.
Ya Allah, hadis di atas menggugah hatiku, semoga Aku dan semua orang yang membaca tulisan ini mampu belajar menahan diri untuk menutupi segala aib yang bertebaran di bumi ini, semoga kami termasuk hamba yang nantinya aib kamipun di tutupi Allah baik di dunia maupun di akhirat nanti. Amiin






0 komentar:
Posting Komentar