DESAIN
INTERIOR DENGAN MEMAKAI DINDING KACA SEBAGAI PENCAHAYAAN ALAMI DI PERPUSTAKAAN
MASA KINI
Pada zaman yang terus berkembang pustakawan semakin giat mencari
celah untuk mengiringi kemajuan perpustakaan untuk ke arah yang lebih maju
lagi. Salah satu hal yang menjadi perhatian pustakawan adalah desain interior
di perpustakaan. Menurut Francis D.K Ching (dalam Adita,
2015) desain interior merupakan
merencanakan,menata dan merancang ruang-ruang interior dalam bangunan. Keadaan
fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan perlindungan, mempengaruhi bentuk
aktivitas dan memenuhi aspirasi kita dan mengekspresikan gagasan yang menyertai
tindakan kita, disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi pandangan
suasana hati dan kepribadian kita. Dari pendapat tersebut dapat kita ketahui
bahwa desain interior pada suatu bangunan selain memenuhi kebutuhan aktifitas
desain interior juga akan mempengaruhi suasana hati pengunjung bangunan
tersebut. Sebagai pustakawan yang mengutamakan kepuasan dan kenyamanan pemustaka
maka desain interior bisa menjadi salah satu cara agar perpustakaan bisa
menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. Desain interior yang dapat kita
gunakan di perpustakaan harus memperhatikan estetika yang ada agar menarik
perhatian seperti pendapat Sainttyauw
(2000) Gaya dan fashion adalah
bagian dari budaya populer masa kini, dan seperti yang selalu kita inginkan
bahwa perpustakaan saat ini secara visual tidak mungkin dapat dihindari bahwa
akan selalu memperhatikan nilai estetikanya dalam perencanaan interior meskipun
gaya dan fashion tersebut bersifat dinamis. Hal tersebut dilakukan dengan
tujuan menghindarkan rasa jenuh agar perpustakaan dapat menjadi tujuan utama
bagi pengguna dalam mencari informasi serta memberikan keindahan dan kenyamanan
terhadap pengguna perpustakaan. Tingkat harapan dari pengguna perpustakaan
dapat berubah sebagaimana pustakawan berani memainkan dan meningkatkan serta
mengkombinasi jenis dan fungsi dari penggunaan interior yang ada. Dari pendapat
diatas dapat kita maknai bahwa untuk menjadi menarik desain interior yang kita
gunakan harus mengikuti gaya dan fashion yang sedang berkembang agar tidak
terkesan jenuh sehingga keindahan tersebut dapat memberikan rasa aman dan
nyaman pada bangunan perpustakaan yang akan dibangun. Desain interior yang
digunakan disini dirancang akan mengalami perubahan dengan mengikuti zaman yang
berkembang, maka dapat disimpulkan untuk merancang desain interior dari
perpustakaan sebaiknnya hanya menggunakan ide desain untuk jangka pendek saja.
Selain itu Adapun tujuan pustakawan dalam mendesain perpustakaan menurut Susanti (2014) Desain
interior tersebut dapat menunjang fasilitas, kegiatan-kegiatan rutin di
perpustakaan, dan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung yang datang
sekaligus berkolaborasi memperkenalkan karya-karya seniman dan penulis lokal ke
masyarakat luas. lalu desain interior apa yang menjadi trend masa kini pada
perpustakaan? Yaitu dinding perpustakaan yang bukan lagi dinding yang terbuat
dari tembok akan tetapi terbuat dari kaca. Kenapa pustakawan harus
memperhatikan dinding di perpustakaan untuk di perbarui, menurut Samuel (2016)
Material kaca bening atau transparan yang ada pada beberapa sisi dinding
berfungsi sebagai pembatas ruangan selain itu pengggunaan kaca bening bertujuan
agar sinar matahari dapat masuk dan memberi pencahayaan alami pada
ruangan. Pencahayaan berasal dari dua
sumber cahaya, yaitu sumber cahaya alami (natural lighting) yang di peroleh
dari sinar matahari, sinar bulan, sinar api dan sumber dari alam sedangkan umber
cahaya buatan (artifical lighting) terdapat dari cahaya lampu. Menerapkan
dinding kaca pada perpustakaan selain bertujuan untuk estetika agar terlihat
lebih modern dan mengikuti trend akan tetapi juga berfungsi sebagai pencahayaan
alami di perpustakaan agar terlihat lebih hidup. Adapun prisip dasar pencahayaan untuk ruang perpustakaan umum,
Diantaranya
:
1)
Ruang perpustakaan membutuhkan pencahayaan yang merata pada seluruh area, baik
pada area koleksi maupun pada area membaca.
2)
Penggunaan sumber cahaya alami perlu dimaksimalkan untuk memberikan penerangan
pada siang hari.
3)
Cahaya matahari yang masuk melalui bukaan jendela harus dapat menyinari ruangan
tanpa terhalang.
4)
Pengguanaan sumber cahaya buatan dapat diterapkan pada saat ertentu, misalnya
saat hari mendung atau hujan.
5)
Penempatan sumber cahaya harus mempertimbangkan penataan koleksi di dalam ruang
perpustakaan.
6)
Pencahayaan pada ruang perpustakaan harus diatur sedemikian rupa agar tidak
terjadi ‘glare’ atau silau yang menggangu kenyamanan pengguna.
Selain itu cayah yang
dipantulkan oleh lampu dari arah atas kepala akan lebih baik untuk kegiatan
membaca. Karena sinar dari lampu menimbulkan bayangan manuasia yang jatuh
kepermukaan meja ketika pemustaka sedang membaca. Pencahayaan alami yang
terdapat pada perancangan ini adalah cahaya matahari yang dapat masuk pada
interior melalui kaca dari pagi hingga siang sore hari agar dapat menghemat
penggunaan energi listrik, dengan mengurangi penggunaan lampu buatan. Sehingga
diharapkan dengan adanya desain interior dinding kaca pada perpustakaan dapat
memberi efek positive bagi perpustakaan, khusunya dalam hal pencahayaan ruang
perpustakaan, selain menghemat listrik perpustakaan masa kini terlihat lebih
modern dan indah dengan dinding kaca yang didesain unik tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Adita,
Karina Putri. 2015. Desain Interior Layanan Anak Di Perpustakaan
Umum Kapd Kabupaten Bogor. Bogor : Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah.
Samuel, Alfin dan Mariana Wibowo. (2016). Perancangan Interior
Perpustakaan Kota Surabaya.
Surabaya : Universitas Kristen Petra
Susanti, Eka dan Budiono. (2014). Desain
Interior Perpustakaan sebagai Sarana Edukasi dan Hiburan dengan Konsep Post
Modern. Surabaya: Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS)
Sainttyauw, Adrina Ayu Candra Zelzi Jeint. 2000. Pengaruh Desain Interior
Perpustakaan Terhadap Kenyamanan Pengguna Di Perpustakaan Universitas 17
Agustus 1945 Surabaya. Surabaya : Universitas 17 Agustus 1945.






1 komentar:
Kaca sering diidentikkan dengan kemudahan melihat apa yang terjadi di luar perpustakaan dari sisi dalam sebuah perpustakaan, dan di sisi lain, orang dari luar dapat melihat dalamnya perpustakaan dari luar perpustakaan. Dua hal itu mencerminkan adanya dua sisi penting dalam sebuah perpustakaan: Dari luar orang dapat melihat apa yang dimiliki oleh perpustakaan, dan dari dalam, orang dapat melihat apa saja sumber yang dapat diperoleh dari luar perpustakaan.
Posting Komentar