Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Isu-Isu kontemporer 3

Munculnya cyberchondria di era revolusi informasi

Di era revolusi informasi nilai kesejahteraan tergantung pada perkembangan sistem untuk merekam, mengumpulkan dan menyampaikan informasi masa lalu, era ini dikenal dengan istilah “no record, no history”  dengan demikian dapat dikatakan seseorang  dapat memproduksi informasi jauh lebih besar lagi. Revolusi informasi juga didukung dengan akses teknologi yang memudahkan seseorang mencari informasi dan mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi (cyberchondria).

Hiperhistory atau dikenal dengan seseorang yang memiliki ketergantungan dengan teknologi, sehingga munculnya sebuah penyakit yang dikenal dengan cyberchondria, istilah ini dikenal dengan sebuah penyakit yang tidak ditimbulkan oleh virus tetapi timbul karena prilaku pengindap penyakit itu sendiri.  Asal kata cyberchondria adalah cyber dan hipokondria istilah ini bersalah dari bahasa yunani artinya tulang rawan atau tulang dada. Ini bermaksud untuk mengatakan bahwa pengidap penyakit cyberchondria merendahkan segala macam informasi real karena cyberchondric cenderung lebih self-diagnosis.

Di dunia medis cyberchondria dipakai untuk menyebut orang-orang yang mengganggap dirinya sedang mengidap penyakit parah berdasarkan hasil berjelajah informasi melalui internet secara berlebihan. Sehingga, dunia kedokteran menyebut penyakit ini bahkan lebih berbahaya dibandingkan dengan penyakit yang sebenarnya yang sedang dihadapi oleh pasien tersebut. cyberchondria ini bahkan dapat mengancam kematian dikarenakan pengidap akan terus-menerus mencari infomasi penyakitnya di internet yang barang tentu informasi tersebut tidaklah benar. Pengidap penyakit ini biasanya sulit berinteraksi dengan dunia nyata dan selalu mengandalkan informasi di internet sebagai solusi diatas setiap permasalahannya.

Masyarakat hiperhistory memang seharusnya membatasi diri dalam mengakses informasi, karena akan membahayakan jika sudah ketergantungan dan bahkan lebih mempercayai bantuan teknologi dibandingkan profesi-profesi (misalnya dokter) yang mempunyai ilmu lebih dibidang kesehatan yang dapat mengdiagnosa penyakit lebih akurat, padahal informasi yang terdapat di internet hanya berdasarkan database penulisnya saja. Lalu, coba bertanya kepada diri masing-masing. Apakah kita sudah cenderung mengidap penyakit cyberchondria? 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Intinya, bagaimana mengatur arus perputaran informasi agar tidak terjadi ledakan informasi yang bisa jadi akan memberatkan diri sendiri--apalagi informasi tersebut ada dalam circle of concern. Dalam hal ini, PIM (Personal Information Management)menjadi salah satu bentuk yang pas untuk belajar tidak terhempas dari berbagai delai

Posting Komentar