MELIHAT REALITA OPEN
ACCESS DI INDONESIA
Sebagai Negara berkembang,
Indonesia mulai membenahi segala sesuatu
demi kemajuan dalam segala bidang, salah satunya pada bidang pendidikan yaitu dengan menyediakan
open access sebagai rujukan dalam penelitian ilmuwan di Indonesia. Seperti yang
banyak diketahui bahwa jurnal tidak dapat diakses oleh semua kalangan, adanya
jurnal berbayar membuat keterbatasan informasi bagi peneliti-peneliti Indonesia,
hadirnya open access di Indonesia menjadikan peneliti-peneliti dapat sedikit berlega hati untuk tidak
mengeluarkan biaya dalam mencari sumber literature. Melihat fakta tersebut
dapat diketahui bahwa open access (OA) sangat dibutuhkan dan harus
diperjuangkan terutama di Negara berkembang seperti Indonesia, menurut Siregar
(2012) Kampanye gerakan OA internasional pertama dicetuskan di Budapest pada Februari 2002, yang dikenal dengan nama
Budapest Open Access Initiative (BOAI). Kemudian berikutnya disusul dengan
Bethesda Statement on OA Publishing pada bulan Juni 2003, dan Berlin
Declaration on OA to Knowledge in the Sciences and Humanities pada bulan
Oktober 2003. Pada tahun 2007, MIT meluncurkan OpenCourseWare (OCW) yang memuat
materi kuliah secara online.
Sedangkan perkembangan Open
access di Indonesia berdasarkan data
Siregar pada tahun 2012 OA di Indonesia sebenarnya mengalami perkembangan yang
menggembirakan tetapi tidak sepesifik untuk jurnal penelitian. Perkembangan
utamanya adalah dalam bentuk repositori institusi yang dikenal dengan IR.
Hingga saat artikel ini ditulis, terdapat 28 IR perguruan tinggi yang masuk
dalam Rankings Web of Repositories oleh Webometrics yang dilakukan sejak tahun
2008. Hasil pemeringkatan ini cukup mengesankan karena 4 di antaranya mampu
menduduki peringkat 19 hingga 30 dunia pada edisi Juli 2012 yaitu ITS, USU,
Unand, dan Undip. Selain dalam bentuk IR, penerbit jurnal di Indonesia, yang
pada umumnya adalah Perguruan Tinggi juga mendaftarkan jurnalnya pada Directory
of Open Access Journals (DOAJ). Berdasarkan statistik DOAJ, Indonesia berada
pada peringkat 35 dari 121 negara, dengan jumlah jurnal sebanyak 45 dari total
8.604 judul dari seluruh dunia (Januari 2013). DOAJ diluncurkan sejak tahun
2002, dan jurnal Indonesia mulai terdaftar sejak tahun 2009. Jumlah ini memang
masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah judul jurnal yang terbit di
Indonesia. Dalam Indonesian Scientific Journals Database (ISJD) yang
dikembangkan oleh LIPI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) saja
terdaftar 245 judul jurnal, dan diperkirakan masih banyak lagi yang diterbitkan
tetapi tidak bisa ditemukan dengan googling. Karya penulis Indonesia juga
tersedia pada beberapa situs layanan konten dan blog perorangan saja. Semoga kedepannya
open access di Indonesia berkembang baik agar bisa dimanfaatkan secara maksimal
oleh semua kalangan.
DAFTAR PUSTAKA
Siregar , A.
Ridwan. (2012). Open Access Dan
Perkembangannya Di Indonesia. Medan: Universitas Sumatera Utara.






0 komentar:
Posting Komentar