Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MANAJEMEN DAN DESAIN SESI KE LIMA


PENERAPAN FAKTOR WOW  SEBAGAI UPAYA MENJADIKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI LANDMARK/IKON DI SELURUH DAERAH DI INDONESIA




Indonesia memiliki banyak sekali kota di setiap sebaran provinsi-provinsi, kota dan daerah-daerah tersebut memiliki beragam tempat wisata yang ketika pengunjung datang akan mencari landmark/ikon daerah tersebut. Dalam upaya menciptakan perpustakaan yang akan menjadikan landmark/ikon di daerah tersebut, ada beberapa faktor yang bisa kita gunakan untuk mencapai target. Jika perpustakaan dibangun bertujuan untuk menarik minat baca masyarakat, maka perpustakaan harus giat mempromosikan perpustakaan kepada seluruh masyarakat. Untuk menjadikan perpustakaan itu sebuah ikon dari suatu kota/daerah membutuhkan beberapa faktor sehingga mencapai hal tersebut. Salah satunya adalah faktor wow, faktor wow adalah sebuah faktor yang membuat semua kalangan masyarakat ketika berkunjung dan melihat perpustakaan mereka merasa terkesan dan ingin berulang-ulang kali berkunjung ke perpustakaan tersebut. Adapun faktor wow yang bisa diterapkan di perpustakaan sebagai berikut ((Priyanto: 2017) :

1.      Bangunan dengan desain yang unik

2.      Tampilan nama perpustakaan yang menarik

3.      Impresi di langkah pertama

4.      General trends in library space

a.       All library spaces are learning spaces

b.      Fewer physical resources

c.       Emptying out shelves

d.      Flexibility and modularity

e.       Flexibility space allowing

f.       Collaboration and comfort

g.      A spaces interaction, conversation and learning

h.      Self-service

i.        Food, drink and nap

j.        Makerspace and integration with other service

k.      E-everything

l.        The shape of things

m.    Finding your way

n.      Green facilities

o.      Service Flexibility

p.      Technology-enabled
 



Hal diatas dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi dari masing-masing perpustakaan, dengan adanya faktor-faktor diatas diharapkan masyarakat dapat terkesan dan nyaman ketika berkunjung ke perpustakaan. Selain itu pustakawan dapat mengembangkan ide-ide baru lainnya untuk kepentingan promosi perpustakaan sehingga menjadi landmark/ikon disebuah kota/daerah. Diharapkan setiap daerah di Indonesia memiliki perpustakaan yang inovatif serta kreatif sehingga menjadi ikon di masing-masing daerah.









Daftar Pustaka :

Priyanto, Ida Fajar. 2017. Materi Mata Kuliah Manajemen Disain dan Perpustakaan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

[gambar]https://www.google.com/search?q=creative++library+designs&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjh6rWinfPSAhXMo48KHVWVBJkQ_AUIBigB&biw=1024&bih=489#imgrc=kc3RItVkCcCdSM: diakses 26 Maret 2017 Pukul 10.36.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Unknown mengatakan...

banyak faktor yang dapat membangun attractiveness. Selain membangun hal tersebut, pustakawan dapat melanjutkan dengan membangun awareness dari pemustaka untuk sellau berkunjung ke perpustakaan.

Posting Komentar