MENGENALI
PENDIDIKAN PEMUSTAKA (USER EDUCATION) PADA
GENERASI KEDUA PERPUSTAKAAN
oleh Rahmita Sari
Zaman terus berkembang segala sesuatu
menjadi perhatian untuk terus maju mengikuti perkembangan zaman, begitupun
dengan perpustakaan. Perpustakaan adalah sebuah instansi yang dapat bergerak
menjadi lebih baik. Dilihat dari perkembangan perpustakaan yang ada maka terdapat
lima generasi perpustakaan, dimana generasi tersebut merujuk kepada kronologi
waktu (Priyanto: 2017). Salah satunya terjadi di generasi kedua, yaitu “Client Focused” pada generasi ini
perpustakaan tidak lagi hanya berfokus kepada koleksinya, akan tetapi memasuki
ranah pemerhati pengguna perpustakaan atau yang dikenal dengan sebutan
pemustaka. Hal ini juga erat kaitannya dengan layanan yang diberikan untuk
memenuhi kebutuhan pemustaka. Akan tetapi, pustakawan sering kali lupa bahwa ada
sebagian pengguna baru yang tidak berlatar belakang ilmu perpustakaan tentu
tidak semua dari mereka yang bisa mengakses informasi di perpustakaan tanpa
petunjuk yang jelas. Kasus ini sering terjadi di perpustakaan sebuah instansi
contohnya di perpustakaan yang terdapat di sekolah atau perguruan tinggi, yang
mana pemustaka pemula adalah siswa atau mahasiswa baru yang sama sekali belum
pernah mengakses koleksi yang terdapat di perpustakaan tersebut. Kegiatan
layanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan di suatu perpustakaan,
karena melalui pelayananlah pustakawan dan pemustaka berinteraksi secara
langsung. Salah satu pelayanan yang sebaiknya diadakan di sebuah perpustakaan
adalah kegiatan user education atau
pendidikan pengguna, kegiatan User
Educaton merupakan salah satu pelayanan yang sebaiknya diadakan di sebuah
perpustakaan yang meliputi LO ( Library Orientation) dan BI (Bibliographic Instruction). Menurut
Rahayuningsih (2007, hlm. 85) “kegiatan layanan merupakan kegiatan yang mempertemukan
langsung antara pustakawan dengan pemustaka, sehingga penilaian pengguna akan
muncul ketika kegiatan layanan tersebut dilangsungkan”. Layanan di perpustakaan berupa layanan koleksi, fasilitas yang
memadai, dan jasa lainnya yang diberikan kepada pengguna perpustakaan. Salah
satu bentuk jasa pengguna yang disediakan di suatu perpustakaan adalah kegiatan
User Education (UE). Melihat
hal tersebut, pada generasi ini perpustakaan sudah seharusnya melakukan
kegiatan pengenalan atau biasa di sebut pendidikan pemustaka (user education). User Education (UE) merupakan istilah lain
dari pendidikan pengguna atau pendidikan pemakai. Istilah ini kerap kali
digunakan sebagai bentuk Pengenalan dan bimbingan yang diberikan oleh pemustaka
kepada calon pemakainya. Pengguna baru sangat dianjurkan untuk mengikuti UE
ini. Kegiatan User Education bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada
pemustaka bagaimana caranya memanfaatkan perpustakaan dengan maksimal. Dengan
dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan
pemutaka akan tertarik dan kemudian memanfaatkan perpustakaan (Nusanta: 2012). Karena dengan diterapkan kegiatan UE ini pengguna baru
diharapkan dapat mengetahui sumber-sumber infomasi, lebih memanfaatkan koleksi perpustakaan
dan lebih disiplin ketika berkunjung ke perpustakaan
Daftar Pustaka
Nusantari, Anita, MM, Strategi pengembangan perpustakaan. (2012).
Jakarta : Prestasi pustaka.
Priyanto, Ida Fajar. 2017. Materi Mata
Kuliah Manajemen Disain dan Perpustakaan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Rahayuningsih, F. (2007). Pengelolaan perpustakaan.. Yogyakarta :
Graha Ilmu






4 komentar:
Pustakawan juga perlu memahami Library Anxiety yang bisa terjadi pada setiap user.
Hal-hal apa saja saja sih yg seharusnya ada saat memberikan UE pada pemustaka baru?
Iya bapak.. benar sekali pak. Terima kasih atas masukannya pak
Mulai dari pengenalan jenis-jenis koleksi yang terdapat di perpustakaan, membimbing dalam penggunaan sampai kepada memberitahukan kebijakan-kebijakan (peraturan) yang ada di perpustakaan. Sehingga diharapkan pemustaka terberdaya dengan baik dan disiplin ketika berkunjung ke perpustakaan. :)
Posting Komentar