Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Peran Pustakawan Dalam Inovasi Perpustakaan


Tak jarang masyarakat pada umumnya mengenal perpustakaan adalah sebuah bangunan yang berdiri kokoh dimana didalamnya terdapat sumber-sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan sebagai rujukan dalam pencarian sebuah informasi. Paradigma tersebut sejatinya harus menjadi bahan pemikiran serius bagi pustakawan untuk mengsiasati pertumbuhan kelayakan sebuah perpustakaan untuk dapat menarik perhatian masyarakat ketika mengunjungi perpustakaan. Perpustakaan diharapkan tidak hanya sebagai tempat pencarian informasi dimana seseorang ketika membutuhkan informasi yang diinginkan saja datang berkunjung, akan tetapi perpustakaan diharapkan dapat memberi daya tarik tersendiri sehingga seseorang merasa nyaman dan menganggap perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Pada era teknologi yang semakin canggih dan modern ini tentu masyarakat beralih perhatian mengakses informasi yang dapat mengefesienkan waktunya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Jika demikian, sudah waktunya perpustakaan berbenah ke arah yang lebih baik. Pustakawan harus giat dan cepat dalam mengatasi situasi yang ada. Seperti pendapat Almah (2013) perpustakaan sebagai lembaga pengelola informasi dan kebutuhan informasi perlu mengadakan penyesuaian dalam menghadapi perubahan tersebut. Dari pendapat tersebut dapat kita lihat peran pustakawan sangat penting dalam melakukan inovasi perpustakaan.
            Pustakawan harus jeli melihat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat untuk memajukan perpustakaan yang dikelolanya, pustakawan diwajibkan mampu melihat dari berbagai aspek untuk memajukan perpustakaan agar mampu menjadi tempat yang layak untuk dikunjungi. Seperti yang jabarkan oleh Rajagukguk (2009) konsekuensi dari terjadinya perubahan dalam paradigma perpustakaan mengharuskan perlunya keberanian dari para pengelola perpustakaan untuk melakukan inovasi dan pembaruan-pembaruan dalam mengelola perpustakaan.  Sifat kreatifitas seorang pustakawan nampaknya dituntut dalam hal ini, pustakawan harus membuka mata dan pikirannya untuk dapat mencari celah agar dapat membuat ide-ide baru untuk mengembangkan pelayanan di perpustakaan. Adapun ide-ide tersebut dapat muncul dari mana saja baik itu dari dalam lingkup ilmu perpustakaan maupun dari luar lingkupan ilmu perpustakaan. Berikut adalah beberapa ide yang bisa dijadikan inovasi baru dalam sebuah perpustakaan:
a.       Keramahan Pelayanan nasabah di bank
Masyarakat pada umumnya sudah banyak mengetahui bahwa pelayanan di bank cukup baik dan memuaskan. Pegawai bank selalu tersenyum melayani nasabahnya ketika berinteraksi. Hal ini bisa saja diterapkan di perpustakaan, pustakawan lebih mementingkan kenyamanan pemustaka dengan ramah dan tersenyum ketika membantu pemustaka menemukan informasi yang dibutuhkan ini bisa jadi membuat pemustaka betah untuk berkunjung ke perpustakaan.

Gambar 1 : Contoh pelayanan di bank

b.      Rak perpustakaan yang berbentuk unik
Seperti yang selama ini kita ketahui bahwa di perpustakaan terdapat rak-rak yang berjejer hingga memenuhi setiap ruangan yang ada di perpustakaan, menginovasi rak perpustakaan dengan bentuk lain bisa saja menarik perhatian pemustaka sehingga pemandangan didalam ruangan tidak monoton dan membosankan. Bentuk-bentuk rak tersebut bisa dibuat melengkung seperti seluncuran anak-anak, di pasang lampu-lampu yang mengalihkan perhatian seperti di toko sepatu, rak berbentuk miring dll.
Gambar 2 : Contoh kreatifitas rak buku perpustakaan

c.       Pewarnaan sarana/prasana yang tepat
Warna akan memberi dampak pada mood atau suasana hati seseorang, dengan memberi sentuhan warna yang cerah dan halus akan menyegarkan pemandangan seseorang dan membawa seseorang kepada hal yang menyenangkan dan menenangkan. Jika perpustakaan tersebut adalah sebuah perpustakaan yang cukup besar, maka memberian warna dapat dengan berbagai warna yang berbeda disesuaikan dengan fungsi serta kegunaan dari setiap ruangan tersebut. Begitupun sebaliknya jika perpustakaan tidak terlalu besar pustakawan dapat mengatur dengan warna yang lebih lembut sehingga terkesan ruang tersebut lebih besar. Tidak hanya warna dan suasana ruangan saja yang harus diperhatikan akan tetapi warna sarana dan prasana perpustakaan lainnya juga harus diperhatikan, misalnya warna rak, meja, kursi dan lemari dll.


Gambar 3: Contoh pewarnaan sarana dan prasarana perpustakaan

d.      Pelayanan seperti cafe
Salah satu fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi bisa diwujudkan pustakawan melalui memberikan pelayanan lebih dengan menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pemustaka saat membaca seperti kacamata, handphone charger, music tape, handsfree, dan perlengakapan tulis. Selain itu, pelayanan seperti cafe bisa juga diterapkan di perpustakaan misalkan dengan menyediakan makanan coffee break di jam-jam tertentu, serta perpustakaan juga bisa menerapkan pelayanan seperti café lainnya dengan mengalunkan music klasik di perpustakaan tentu di ruangan-ruangan yang memungkinkan saja.

Gambar 4 : Contoh café di sebuah perpustakaan

e.       Membuat agenda atau acara tertentu
Perpustakaan hendaknya juga membuat semacam promosi untuk meningkatkan presentase kunjungan agar lebih baik lagi, dengan mengadakan agenda atau acara tertentu sangat berpengaruh kepada tingkat ketertarikan seseorang untuk mengunjungi perpustakaan. Agenda atau acara tersebut bisa saja berupa agenda atau acara besar seperi melakukan bazar buku beserta konser musik secara berkala, seminar kepenulisan karya ilmiah, bedah buku dengan penulis dll. Akan tetapi, agenda atau acara tersebut juga bisa berupa hal yang kecil misalkan merayakan hari buku internasional/nasional dengan membagi-bagi sedikit hadiah, pustakawan memakai  pakaian-pakaian tertentu di hari-hari tertentu yang sedang viral ditengah masyarakat dll.

Gambar 5 : Contoh acara bazar buku di perpustakaan

Ide-ide diatas bisa diterapkan di perpustakaan dengan menyesuaikan kondisi yang ada di masing –masing perpustakaan. Pustakawan harus memanfaatkan setiap ruang dan momentum agar terus bisa berkreasi dalam mewujudkan inovasi di tengah maraknya persaingan ledakan informasi yang terus berkembang. Menurut Nashihuddin (2015) agar ide inovasi perpustakaan menjadi suatu program yang ‘real’ dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pengguna atau masyarakat, maka pustakawan atau pimpinan lembaga perlu mempersiapkan sumberdaya yang memadai dan mengindentifikasi kebutuhan informasi secara cermat. Dengan demikian diharapkan perpustakaan dapat berinovasi dengan baik berkat kerjasama semua unsur yang terdapat didalamnya, terutama pustakawan itu sendiri. Karena pustakawan adalah ujung tombak berinovasinya sebuah perpustakaan ke arah yang lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Almah, Hildawati. 2013. Membangun Inovasi Diperpustakaan Perguruan Tinggi Melalui Konsep KM (Knowledge Management).  Gowa : UIN Alaludin.

https://beritaperpustakaan.wordpress.com/2011/12/22/10-rak-buku-perpustakaan-unik/ Diunduh pada tanggal 17 Januari 2017.

https://dhicovelian.wordpress.com/tag/perpustakaan-modern/ Diunduh pada tanggal 17 Januari 2017.


http://gunungrizki.com/bank-yang-baik-harus-memiliki-pelayanan-yang-baik-part-1/ . Diunduh pada tanggal 17 Januari 2017.

Nashihuddin, Wahid. 2015. Strategi inovatif promosi perpustakaan di era digital.

Rajagukguk, Agatha Rebecca. 2009. Inovasi dan kreatifitas layanan penelusuran, penggunaan internet dan jurnal online pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Medan : Universitas Sumatera Utara.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

supwatul hakim mengatakan...

Bagaimana dengan perpustakaan yang berada di daerah terpencil, apakah ide yang sama dari tulisan ini mampu di terapkan disana?

RAHMITA SARI mengatakan...

Tentu juga bisa. Akan tetapi mungin mempertimbangkan berbagai aspek. Misalkan perpustakaan di desa bisa menerapkan perpustakaan berbasis lingkungan hidup. Hehe btw, idenya bagus tuh untuk mengupas bagaimana ide inovasi perpustakaan didaerah terpencil. Thanks a lot 😊

Unknown mengatakan...

pustakawan memiliki peran sebagai analis setidaknya analis untuk perilaku pemustaka, users' needs, users' behavior, danakses ke sumber informasi. Dengan demikian, pustakawan akan mengetahui apa keinginan dan kebutuhan pemustaka dan perpustakaan dapat hadir sesuai dengan harapan para pemustaka.

Posting Komentar